16 Apr 2019 09:30

Jadi Buruan Sejak 2015, Polda Terbitkan DPO Pelaku Proyek Kemenkeu

MyPassion
Wajah para terduga pelaku yang kini menghilang usai melakukan kasus penipuan dan penggelapan. (Tipidter Polda)

MANADOPOSTONLINE.COM—Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) yang melibatkan dua pelaku berinisial JAH alias Andi Hasan dan JHT alias Jhon T. Keduanya diduga terlibat kasus penipuan dan penggelapan.

Informasi dirangkum Manado Post dari penyidik Subdit Tipidter, Senin (15/4) kemarin di Mapolda, para pelaku sudah menjadi buruan kepolisian sejak 2015 silam. Modus operandi yang dilakukan para pelaku yaitu menawarkan proyek dari Kementerian Keuangan RI, dalam hal ini Dirjen Perimbangan Keuangan Negara selaku panitia anggaran non APBN.

Yaitu berupa proyek sarana pembangunan pendidikan SD, SMP dan SMA di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Dengan jumlah paket 10 proyek. Dari total anggaran Rp 20 miliar yang ditawarkan pelaku, Rp 2,5 miliar sudah diserahkan kepada para terduga. “Tapi ternyata proyeknya tidak ada,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Yandri, melalui Kasubdit Tipidter.

Para pelaku pun diancam dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP. “Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku, silakan melapor ke pihak berwajib,” sebutnya kasubdit sembari menunjukkan foto terduga pelaku.

Lanjutnya, selama ini upaya kepolisian yaitu beberapa kali melakukan panggilan terhadap para terduga, tetapi sepertinya dihiraukan.

“Petugas sudah melakukan pencarian ke sejumlah daerah yang diduga sebagai tempat domisili mereka. Seperti di Kabupaten Boltim, Kotamobagu dan Bolaang Mongondow, namun belum berhasil ditemukan hingga saat ini. Untuk itu kami pun mengeluarkan DPO tersebut,” tandasnya.(gnr)

Kirim Komentar