16 Apr 2019 12:26

11 Ribu Warga Boltim Tanpa Ijazah SD

MyPassion
Grafis.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM---Selang 2017-2019 Dinas Pendidikan Boltim mencatat ada 11.095 warga Boltim tidak memiliki ijazah Sekolah Dasar (SD), (lihat grafis,red).

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim Yusril Damopolii mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah membuat program ijazah paket A, B dan C. Bahkan tahun ini sekira 1.600 ijazah paket akan dikeluarkan. "Ada 1.600 ijazah paket A, B dan C yang akan  kami keluarkan," sebutnya.

Dia tidak memungkiri angka putus sekolah di Boltim semakin berkurang. Karena banyak program pemerintah yang membebaskan biaya sekolah. Namun, sambungnya, ada sebagian anak yang berhenti sekolah karena ada faktor lain. "Biasanya ada anak yang ikut orangtua, sakit dan lain sebagainya. Sehingga mereka harus putus sekolah. Tapi sejauh ini lulusan SD, SMP, dan SMA semakin banyak karena adanya program paket," akunya.

Menurut dia, saat ini Pemerintah Boltim gencar melakukan sosialisasi terhadap anak-anak dan orangtua akan pentingnya pendidikan. "Insya Allah tahun ini dan seterusnya semua anak Boltim bisa bersekolah," harapnya.

Sebelumnya, Bupati Boltim Sehan Landjar pernah mengatakan tingkat pendidikan di Boltim awalnya memang rendah. Sehingga hal tersebut mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dia bercerita dari awal memimpin Boltim hanya memiliki 187 sarjana. “Sehingga saat ini pemkab terus berusaha untuk mengembangkan dunia pendidikan, hingga saat ini sudah melahirkan lebih dari 2.000 sarjana dengan program yang dibuat. Ada program anak asuh, beasiswa dan lain-lain," katanya.

Dia pun menegaskan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama yang tertuang di dalam visi dan misi bupati dan wakil bupati. "Pendidikan itu prioritas utama. Saat ini sudah semakin berkurang angka putus sekolah bahkan sudah tidak ada lagi," tandasnya.(tr-01/ite)

Kirim Komentar