14 Apr 2019 11:05
Masa Kampanye Usai, Bawaslu Pelototi Caleg-Timses

Pasukan Anti Politik Uang Door to Door

MyPassion

MANADO—Pemilihan umum (Pemilu) 2019 memasuki masa tenang. Ini akan berlangsung hingga masa pencoblosan, Rabu (17/4) mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun pasang mata. Diterjunkan pasukan anti politik uang. Door to door mengawasi pelanggaran. Khususnya ancaman politik uang.

Bawaslu menekankan jika mereka tidak main-main dalam mengawasi politik uang menjelang pencoblosan. Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda mengatakan, sudah digelar apel untuk pasukan anti politik uang. “Mereka akan turun ke masyarakat. Door to door. Melakukan tugas mengawasi masa tenang. Agar tidak ada pelanggaran,” tegas Malonda. 

Dia menekankan jika masa kampanye sudah berakhir. “Kita bersiap menjalani tiga hari masa tenang hingga hari pencoblosan. Mari tidak lagi melakukan kampanye. Jika ada yang coba-coba melanggar, sanksi sesuai aturan sudah menanti,” kuncinya. 

Apa yang disampaikan Malonda, sejalan dengan penegasan Ketua Bawaslu Abhan. Dia mengatakan, para petugas anti politik uang dikirim ke seluruh Indonesia. Seperti namanya, mereka berpatroli door to door ke rumah warga. Memastikan tidak ada seorang pun menerima gratifikasi berbentuk uang. “Pengawasan semaksimal mungkin yang dilakukan jajaran kami untuk menekan money politics,” ucapnya.

Menurut Abhan, tidak hanya menekan praktik politik uang, tim tersebut juga bertugas mencegah pelanggaran lain agar tidak memengaruhi warga dalam menentukan pilihan. Mulai penyebaran berita bohong hingga ujaran kebencian. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kominfo untuk melakukan patroli juga secara siber,” tutur Abhan.

Bawaslu akan bertindak tegas jika menemukan praktik politik uang. Abhan menambahkan, pihaknya akan melengkapi temuan tersebut dengan alat bukti yang cukup jika memang ada peserta pemilu, timses, atau warga yang kedapatan memberi dan menerima uang. ”Kami akan mengumpulkan alat bukti untuk mendukung proses ini sampai pengadilan,” tegas Abhan.

Anggota Bawaslu Rachmay Bagja menyoroti pemberitaan yang beredar pada masa tenang. Dia berharap media menyampaikan berita secara berimbang agar tidak menyulut konflik antar pemilih selama tiga hari sebelum pemungutan suara. ”Tentu saja kawan-kawan media sudah tahu mana yang bisa diberitakan dan mana yang tidak selama masa tenang,” katanya.(***)

Kirim Komentar