13 Apr 2019 10:11

Optimis Lampaui Total Investasi 2018

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Kondusifitas dan keamanan berusaha di Sulawesi Utara jadi modal utama, bagi pelaku usaha untuk datang ke daerah Nyiur Melambai. Karenanya, dikatakan Staf Khusus Gubernur Henry Kaitjili, pihaknya optimis tahun ini daerah bisa mengumpulkan pundi-pundi investasi sebesar Rp 14 Triliun. Ya, hal tersebut bukan tidak mungkin, jika melihat keluwesan dan terus digenjotnya pembangunan infrastruktur di Sulut. Pastinya merangsang investor untuk melirik Sulut menjadi destinasi usaha.

 

“Kita optimis capaian investasi tahun ini, paling tidak melebihi dari raihan tahun lalu. Kalau tahun lalu kan kita  closing sampai Rp.14,005 triliun. Nah, tahun ini pastinya bisa kalau di atas 15 atau 16 triliun, karena sebagian investasi yang sudah masuk di Sulut itu teknisnya bertahap. Seperti Conch itu, totalnya kan kurang lebih Rp.12 triliun, tahun ini dilunasi sisanya yang Rp.6 triliun,” ungkap mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulut ini.

Lebih jauh dikatakannya, potensi sektor energi, listrik, gas dan air. Punya potensi untuk dimaksimalkan lagi di tahun ini. Pasalnya, sejumlah proyek infrastruktur semisal, Bendungan Kuwil dan Jalan Tol Manado-Bitung serta proyek lainnya. Mampu memberikan jaminan bagi pelaku usaha.

“Tahun lalu saja, total investasi sektor ini mampu tembus Rp 2,09 triliun dengan 71 proyek. Jadi yang paling banyak diantara semua sektor, pertanian dan perkebunan juga menarik minat. Selain itu, dengan massivenya sektor pariwisata kita, mulai berdampak pada sektor jasa. Terbukti dengan 57 proyek di bidang hotel dan restoran,” urainya.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi BPS Sulut Marthedy Tenggehi membenarkan jika geliat pembangunan akibat mulai dibangunnya sejumlah proyek strategis. Mendorong jumlah barang impor modal dari sejumlah perusahaan yang ada di Sulut.

“Misalnya Pabrik Semen di Bolmong, yang progres pembangunannya secara bertahap mulai rampung. Linier dengan masuknya barang-barang produksi rumah tangga pabrik atay barang modal,” kata dia

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat menyatakan, diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus di Bitung baru-baru ini. Haruslah dibarengi dengan siapnya sektor riil, dalam percepatan perputaran ekonomi dan usaha yang nantinya terjadi.

“Mulai dengan penyiapan SDM yang berkualitas dan qualified, industrialisasi pertanian kita perlu didorong lagi, dari sisi penyerapan tenaga kerja kita dominannya di sini (pertanian, red). Tapi, eksistensinya atau kelanjutan dunia usahanya atau profit masih kurang kencang,” tukasnya.

Terpisah, Ekonom Joy Tulung menyatakan kelangsungan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Sulut punya potensi untuk dipacu lagi. Ketersediaan sarana dan infrastruktur pendukung, bahan baku dan transportasi mumpuni. Jadi faktor yang wajib diperhatikan agar merangsang PDB makin baik ke depannya.

“Pengusaha pasti kalau mau buka usaha, punya hitung-hitungan bisnis, transportasinya support nggak?, bahan bakunya banyak, sarana pendukung, memaksimalkan profit dengan biaya yang seefisien mungkin, pastinya jadi prioritas,” ujar dia. (jul)

Kirim Komentar