13 Apr 2019 09:09
Polda-TNI Tangkis Isu Liar

Jangan Coba Ganggu Keamanan dan Ketertiban di Sulut

MyPassion
Kapolda Sulut Sigid Tri Hardjanto, Pangdam XIII/Merdeka Tiopan Aritonang, Danlantamal VIII/Manado Gig Sipasulta, Danlanudsri Manado Insan Nanjaya, bersama jajaran dalam acara Commander Wish, semalam. (IMANUEL GRADY/MP)

MANADO—Oknum yang coba-coba mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, mendapat peringatan tegas dari TNI/Polri di Sulut. Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang, sudah menginstruksikan pasukannya untuk melakukan pengawalan ketat. Serta siap memberikan tindakan tegas jika ada gangguan stabilitas keamanan selama Pemilu 2019.

Semalam, Polda Sulut dan Kodam XIII/Merdeka menggelar Commander Wish (keinginan komandan) yang digelar di Peninsula Hotel Manado. “Saya menginisiasi kegiatan ini agar kita berkumpul bersama. Kita harapkan TNI Polri selalu solid. Dengan semakin kuat kita pasti bisa laksanakan pengamanan pemilu dengan baik,” ungkap Kapolda Sigid.

Dia menambahkan kedua institusi ini agar jangan sampai ribut. “Apapun masalahnya selesaikan. Segala sesuatu bisa diselesaikan dengan baik, dengan terus mengingat tugas negara untuk mengamankan pilpres dan pileg maka kita harus tetap solid mengamankan itu,” tandas Irjen Sigid.

Ditambahkan Pangdam Tiopan, pada kegiatan tersebut ia mengimbau agar TNI/Polri bisa terus bersatu sesuai dengan semboyan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. “Netralitas dan keamanan penting. Itu bisa didapat dengan solid bersinergi. Kalau kita bersatu tetap solid pasti bisa,” ungkapnya.

Dia mengatakan, soliditas yang ditunjukkan tetap mengacu pada tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing komando. "Kita yakinkan masyarakat dengan kita menjamin keamanan mereka dalam menyampaikan aspirasi. Mudah-mudahan dengan kita saling berkenalan dan mengerti kita bisa berjalan bersama. Dilapangan pun diharapkan bisa demikian,” pungkasnya. Commander Wish dihadiri Danlantamal VIII/Manado Laksamana Pertama TNI Gig Sipasulta, Danlanudsri Manado Kolonel Nav Insan Nanjaya, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Robert Giri, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Karyoto.

Sementara itu, menurut pengamat hukum Toar Palilingan MH. statemen Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk berada pada posisi netral serta akan mengawal penyelenggaraan Pemilu 2017, menjadi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat untuk datang ke TPS-TPS, guna menyalurkan hak pilihnya. Sekaligus menangkis isu liar atau berita-berita hoax tentang netralitas TNI/Polri.

“Demikian juga dengan kekhawatiran masyarakat akan adanya gangguan saat hari H, sirna. Apalagi melihat kesiapan serta kesigapan TNI/Polri yang menegaskan kembali tentang sikap untuk mengawal Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Palilingan.

Baginya ini juga menjadi tanggung jawab kebangsaan sebagai warga negara di bidang politik. Salah satunya adalah penggunaan hak pilih pada tanggal 17 April 2019. Karena salah satu indikator sukses penyelenggaraan Pemilu yakni tingkat partisipasi pemilih.

“Sehingga momen Pemilu serentak ini menjadi kesempatan bersejarah bagi kita semua untuk ambil bagian dalam melahirkan pemimpin, sekaligus menunjukkan pada dunia luar bahwa demokrasi langsung  di Indonesia bisa menjadi contoh,” pungkas Palilingan, wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsrat Manado.(tr-05/gnr)

Kirim Komentar