12 Apr 2019 10:37
LSI Denny JA Sebut 77 Persen Pemilih Sulut Memilih Karena Uang

POLITIK UANG, CALEG KO

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Sulawesi Utara (Sulut) daerah paling potensial terjadi politik uang. Ini berdasarkan data yang dibeber Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. 77,7 persen pemilih Sulut memilih karena faktor uang.

 

Peneliti Senior LSI Denny JA mengatakan, politik uang salah satu faktor pengubah terbesar dalam pemilihan legislatif. Berdasarkan survei LSI pada 1-5 April 2019 di Sulut dengan jumlah 600 responden di semua dapil, fenomena politik uang salah satu faktor yang berpengaruh besar terhadap suara caleg dan partai politik.

Lanjutnya,  hasil survei pemilih yang pernah merasakan ada kegiatan pembagian uang atau barang sebanyak 40 persen dan menjawab tidak pernah merasakan 26,7 persen. “Ini membuktikan masyarakat Sulut pernah tahu adanya praktik politik uang di lingkungan masing-masing. Ketika berbicara apakah kegiatan ini bisa memberikan pengaruh pemilih, hasilnya 66,8 persen menjawab berpengaruh. 20,1 persen menjawab tidak,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam konteks pemilihan legislatif praktik politik uang masih menjadi salah satu faktor yang bisa mengubah preferensi pilihan partai politik maupun pileg. “Survei LSI menunjukkan sebanyak 62,1 persen pemilih menganggap praktik politik uang sangat wajar,” jelasnya.

Besaran uang yang mau diterima

Dia juga membeberkan, dari hasil survei LSI besaran uang yang mau diterima pemilih sangat besar. “Ternyata tarif politik uang di Sulut luar biasa,” katanya. Range-nya 37,6 persen di angka Rp 200 ribu ke atas.

Sementara di angka Rp 150 ribu  sampai 200 ribu sebanyak 8,4 persen, Rp 100 ribu hingga 150 ribu ada 13,7 persen, Rp 50 ribu-100 ribu 2,5 persen. “Di bawah 50 ribu hanya 4,6 persen. Sisanya tidak tahu 33,2 persen,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda MPd saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya makin siap menghadang praktik tidak terpuji dalam pesta demokrasi itu. Bahkan, para ‘polisi’ serta ‘pengintai’ sudah mulai dipersiapkan. Memasuki masa tenang, Jumat (12/4), akan ada apel kesiapan.

“Untuk menghindari politik uang, saat masa tenang ada patroli pengawasan anti politik uang. Kita juga mengimbau dan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menolak politik uang. Biarlah proses pemilu berjalan baik. Dan berilah kebebasan dan kemerdekaan kepada masyarakat untuk memilih dengan kata hati tanpa ada dorongan dari siapapun," ujarnya.

12
Kirim Komentar