12 Apr 2019 10:35

Aduhh! Rekening Nasabah BRI Kehilangan 65 Juta

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COMKasus social engineering patut diwaspadai nasabah di Sulawesi Utara. Seorang nasabah BRI asal Mojokerto terpaksa harus rela kehilangan uang tabungan Rp 65 juta. Pasalnya keinginannya agar isi tabungan yang hilang bisa kembali sudah terkunci rapat.

 

Suhartoyo, 58, hanya bisa menghela napas panjang. Ia tak bisa berkata-kata saat petugas BRI mendatangi kediamannya di Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Gedeg, akhir pekan lalu. Petugas itu menyampaikan jika bank tak bisa mengganti tabungan Rp 65 juta yang dinyatakan hilang.

Suhartoyo hanya berdiam. Selama sebulan mengharap jawaban dari perbankan, ternyata hanya menunggu jawaban yang pahit. Sangat kesal meski tak tahu cara harus melampiaskannya. ’’Katanya, enggak bisa kembali. (keluarnya uang) Dianggap normal,’’ ungkapnya dilansir dari JawaPos.com (grup Manado Post).

Terdapat enam poin pertimbangan yang menjadi alasan pihak bank tak bisa mengganti uangnya yang hilang. Di antaranya, bahwa transaksi sebanyak empat kali melalui BRI virtual account dianggap sebagai transaksi normal.

Pihak BRI juga menegaskan, jika proses mutasi rekening itu dilakukan 18 Januari lalu, dilakukan menggunakan internet banking dari nomor milik Suhartoyo. “Lha, HP saya gini. Masak bisa,” jelasnya sembari menunjukkan ponsel jadul miliknya.

Ungkapan Suhartoyo ini memang cukup rasional. Karena, ponsel milik duda sebatang kara ini belum compatible dengan jaringan internet. Ia pun nampak tak lihai menggunakan ponsel yang sudah dipegangnya cukup lama itu.

Dalam surat yang diterima Suhartoyo, BRI menduga jika hilangnya tabungan Rp 65 juta itu, karena Suhartoyo menjadi korban social engineering. Sementara, Hartoyo tak pernah menyadari. “Saya enggak tahu lagi. Mau ke mana mengadu,’’ tandasnya.(gnr)

Kirim Komentar