11 Apr 2019 09:22
Ekonom: Jangan Tambah Daftar Utang

Sulut `Pesta` 36 Triliun

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Penyaluran kredit di Sulawesi Utara via layanan perbankan mencapai Rp 36,9 triliun. Ini hasil perhitungan selang Januari-Februari 2019. Angka ini naik jika dibandingkan dengan realisasi Desember 2018 dengan angka Rp 36,8 triliun.

 

Total penyaluran kredit tersebut banyak disalurkan pada sektor konsumtif. Setelahnya ada sektor modal kerja dan sektor investasi menempati urutan ketiga.

“Tanda-tanda bahwa Sulut mulai bergerak dan menggeliat di awal tahun, bisa kita lihat dari penyaluran kredit modal kerja yang dikucurkan perbankan sebesar 9,5 triliun. Sementara kredit investasi justru tumbuh subur sebesar 4,45 persen dengan alokasi sebesar 5,3 triliun. Nah, sisanya masih didominasi kredit konsumtif 24,7 triliun,” ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut Slamet Wibowo.

Lanjut dia, dari sisi bank penyalurnya. Kedigdayaan Bank Plat Merah tak terbendung. Dengan dominasi penyaluran kredit sebesar Rp 11,09 triliun yang disumbangkan oleh BRI. Menariknya, kontribusi ciamik justru datang dari Bank Sulawesi Utara Gorontalo (BSG).

Yang mampu mengalahkan performa dua bank pemerintah sekaligus berada di posisi runner-up. Di atas capaian BNI dan Bank Mandiri, dengan total penyaluran kredit BSG mencapai Rp 8,2 triliun.

“Meski begitu, akumulasi penyaluran kredit BSG ini sudah termasuk penyaluran belanja pegawai. Khususnya untuk pembayaran para ASN di Sulut, tapi selebihnya ini langkah maju bagi BPD kita,” tukasnya.

Terkait pencapaian perbankan tersebut, katanya pencapaian penyaluran kredit sangat bergantung pada infrastruktur dan sumber daya masing-masing.

"Bank dengan jaringan pelayanan luas serta sumber daya lebih banyak tentu bisa menjamin kinerja dari berbagai sisi. Itulah mengapa bank milik pemerintah mampu menyalurkan kredit lebih besar. Tapi lewat terobosan dan inovasi, kinerja BPD dan bank swasta bisa meningkat juga,” tandas Wibowo.

Sementara itu, Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, melalui Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Gunawan beranggapan, makin pesatnya pertumbuhan kredit secara keseluruhan di satu daerah, menunjukkan tumbuhnya perekonomian di daerah tersebut. Meskipun sikap antisipatif dan supervisi tetap diperlukan, guna mencermati penggunaan kredit di sektor riil.

12
Kirim Komentar