10 Apr 2019 08:10

Tagihan Jaminan Kesehatan Menumpuk, BPJS Kena Sorot

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Tagihan jaminan kesehatan di Sulawesi Utara menumpuk. Bahkan ada beberapa rumah sakit sudah 4 bulan belum menerima pembayaran dari BPJS Kesehatan.

 

Persoalan ini terungkap dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek, di Grand Kawanua International City, Novotel Manado, Selasa (9/4). Sorotan dibeberkan karena kinerja BPJS Kesehatan selama ini dinilai masih belum maksimal.

“Bukan hanya keluhan. Tagihan-tagihan dari rumah sakit ke BPJS Kesehatan menurut Kandouw, juga masih menumpuk. Bahkan ada rumah sakit yang sudah 4 bulan belum dibayarkan,” beber Wakil Gubernur Sulut Steven Kandow, di depan Menkes RI Nila Moeloek, kemarin.

Selain RS, ada juga Palang Merah Indonesia (PMI) yang menurutnya sudah 5 bulan belum terbayar. Ini menurutnya harus mendapat perhatian serius dari BPJS Kesehatan, terkait komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Saya tidak tahu kenapa bisa menumpuk seperti ini. Ada yang 4 bulan, ada 5 bulan. Bukan hanya RS yang menumpuk pembayarannya. Tapi sampai PMI. Ini sungguh miris. Dan ini juga menjadi kritikan bagi BPJS Kesehatan pusat. Harus bisa diselesaikan. Selain pembayaran, saya juga sesalkan, cakupan BPJS Kesehatan dikurang-kurangi. Ada obat-obatan yang dahulu di tanggung, sekarang sudah tidak lagi. Mereka menurut hemat saya, tidak punya passion dengan kesehatan. Karena kan bukan orang-orang kesehatan yang mengelola,” kritik wakil dari Gubernur Olly Dondokambey tersebut.

Dirinya menilai sektor kesehatan merupakan aspek penting dalam pembangunan daerah. “BPJS Kesehatan ini kinerja memang belum maksimal. Saya harap, ini mendapatkan perhatian khusus. Saya harus sampaikan ini. Kesehatan ini merupakan hal yang sangat sensitif. Memang dari catatan kita, sudah 97 persen masyarakat Sulut yang tercover BPJS Kesehatan. Namun jika pelayanan masih dikeluhkan, nah ini harus dipertanyakan,” tandas wagub.

12
Kirim Komentar