09 Apr 2019 08:34

Money Game Masuk Radar Polda, Bakal Ada Penyelidikan

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Money game bertajuk program ‘Berbagi Berkah’ disinyalir bisa dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Polda Sulawesi Utara (Sulut) pun segera bergerak. Kepolisian ingin melakukan pencegahan agar program tersebut tak disalahgunakan.

 

Bukan tanpa alasan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut menyebutkan program ini bisa saja dimanfaatkan teroris untuk menggalang dana. Hal ini dianggap sangat berbahaya. “Kami akan lakukan penyelidikan,” sebut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, ketika diwawancarai Manado Post, Senin (8/4) kemarin.

Untuk legal atau tidaknya, Tompo mengatakan bakal mendalami masalah tersebut. Pun demikian, tandas polisi melati tiga ini, sebenarnya masyarakat bisa melihat dengan logika. Hanya bermodal uang dan duduk santai bisa mendapatkan duit. Tompo pun mengimbau kepada masyarakat, apabila ingin ikut berbagi berkah tersebut agar mempelajari dengan betul-betul, cari referensinya.

Tetapi untuk lebih jelas dan lebih tahu, ia mengarahkan untuk bertanya kepada OJK. Karena OJK lebih tahu bagaimana money game, juga OJK sering sosialisasi mengenai itu. “Kalau ada yang melapor karena merasa dirugikan, pasti kita proses,” pungkas Tompo, mantan wadireskrimsus Polda Maluku Utara.

Hal yang sama juga disarankan pakar hukum Toar Palilingan MH. Menurutnya yang punya otoritas untuk pengawasan terkait dengan kegiatan-kegiatan investasi, baik oleh lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan adalah OJK. “Jadi sudah menjadi keharusan lembaga tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar tidak dirugikan akibat kegiatan investasi tersebut,” ungkap wakil dekan III Fakultas Hukum tersebut.

Dirinya juga mendorong kepolisian untuk melakukan pencegahan. “Pihak aparat Polri juga diajak untuk melakukan pencegahan serta penindakan atas adanya praktik-praktik tersebut, termasuk penyidik OJK juga harus action,” tutup Palilingan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut Slamet Wibowo, melalui Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Industri Keuangan Non-bank (IKNB) dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Sulutgomalut Ahmad Husain, menegaskan masyarakat harus waspada dan mencermati lebih dulu penawaran investasi ini.

“Yang jelas ini bukan skema investasi yang benar dan sesuai ketentuan yang kita atur. Tapi anehnya banyak masyarakat yang tergiur dengan program bertipe flash money ini, bisa juga disebut money game," kata dia saat dikonfirmasi kemarin.

Dia pun menjelaskan soal money game. “Pola ini sudah dari dulu sebenarnya ada, namanya skema ponzi. Semakin besar anggota dalam satu permainan itu dihimpun. Semakin banyak pula keuntungan, sesuai dengan status membernya. Nah, di berbagi berkah ini kan sifatnya begini juga, ada peringkat dan perbedaan nilai pemasukan,” bebernya. "Semakin banyak member semakin besar keuntungan padahal tidak ada produk yang dijual. Ini ciri-ciri investasi bodong," ketusnya.

12
Kirim Komentar