08 Apr 2019 08:20

Money Game Berbahaya, OJK: Ciri-Ciri Investasi Bodong

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Punya uang banyak dalam waktu singkat dan tak perlu capek-capek bekerja, siapa tak mau? Belakangan dunia maya di Sulawesi Utara dibuat heboh akibat program ‘Berbagi Berkah’.

 

Cara kerjanya tak sulit. Tak terpengaruh nilai tukar rupiah lagi. “Pokoknya modalnya kejujuran dan kepercayaan saja. Selebihnya biar program ini yang bekerja untuk anda. Saya juga awalnya kurang percaya juga sih, apalagi iming-iming ratusan hingga miliaran rupiah, sepertinya tidak mungkin,” ucap salah satu pengguna FB.

Meski telah mendapatkan pernyataan keras dari regulator. Karena tidak membenarkan model investasi tersebut, resmi atau layak digunakan publik. Nyatanya, hasrat ingin mendapatkan pundi-pundi rupiah tambahan ini makin sporadis. Bahkan, hampir semua beranda akun pengguna media sosial dijejali postingan program berbagi berkah ini. Ada yang menyambut antusias, tapi tak sedikit yang mencibir soal legalitas program tersebut.

Diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut Slamet Wibowo, melalui Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Industri Keuangan Non-bank (IKNB) dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Sulutgomalut Ahmad Husain, masyarakat harus waspada dan mencermati lebih dulu penawaran investasi ini.

“Yang jelas ini bukan skema investasi yang benar dan sesuai ketentuan yang kita atur. Tapi anehnya banyak masyarakat yang tergiur dengan program bertipe flash money ini, bisa juga disebut money game," kata dia saat dikonfirmasi kemarin.

Dia pun menjelaskan soal money game. “Pola ini sudah dari dulu sebenarnya ada, namanya skema ponzi. Semakin besar anggota dalam satu permainan itu dihimpun. Semakin banyak pula keuntungan, sesuai dengan status membernya. Nah, di berbagi berkah ini kan sifatnya begini juga, ada peringkat dan perbedaan nilai pemasukan,” bebernya. "Semakin banyak member semakin besar keuntungan padahal tidak ada produk yg dijual. Ini ciri-ciri investasi bodong," ketusnya.

Katanya, model investasi seperti program Berbagi Berkah seperti ini memang tidak menjadi ranah pengaturan dan pengawasan OJK. Dikarenakan eksistensi pengelola program ini tidak mengajukan perizinan formal, layaknya investasi pada umumnya.

“Yang patut dikhawatirkan di sini, jangan-jangan admin atau salah satu membernya anggota teroris. Bisa-bisa kita turut berpartisipasikan, membiayai gerakan separatis tersebut, itu kemungkinan paling buruk sih,” sebutnya.

123
Kirim Komentar