06 Apr 2019 13:59
Rekomendasi Dari BPK, Karena Jadi Temuan

Pembangunan RTLH di Boltim Bakal Pakai Sistem Tender

MyPassion
Ilustrasi RTLH.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM---Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim mengaku belum menemukan cara yang jitu untuk proyek pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).

 

Sekkab Boltim Muhammad Assagaf mengatakan, belum ada formula yang cocok pembangunan RTLH. “Dari tahun ke tahun cara yang digunakan selalu gagal dan tidak maksimal," katanya. Menurut dia, tahun ini pembangunan 750 RTLH akan ditender.

Dia mengaku sudah beberapa kali mengganti sistemnya namun selalu gagal. “Awalnya sistem yang diterapkan adalah RTLH menjadi tanggung jawab keluarga. Artinya memberikan lahan dan uang pada penerima untuk mendirikan RTLHnya sendiri, namun cara itu tidak berhasil. Karena dana yang diberikan habis dipakai untuk kebutuhan lain,” katanya.

Ada juga, sambungnya, sistem penunjukkan pihak ketiga sebagai penyedia bahan. Sistem ini bertahan, namun ada kendala. Karena BPK menemukan kerugian pada penyaluran bahan sebesar Rp 200 juta. "Maka sesuai dengan petunjuk BPK, kami akan lakukan proses tender," katanya.

Assagaf pun menekankan , 750 rumah yang akan dibangun memakan anggaran miliaran rupiah. Satu rumah dibanderol anggaran Rp 20 juta. "Satu rumah Rp 20 juta. Itu naik dari tahun sebelumnya," sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Rudi Malah mengakui kegagalan tersebut. Dia menceritakan  sudah beberapa kali perubahan sistem dilaksanakan, tapi tetap ada kendala di lapangan. "Mungkin dengan adanya tender, proses pembangunan RTLH lebih baik ke depan," yakinnya.

Dia membeber progres pembangunan RTLH selang tiga tahun terakhir. Yakni, 2016 dibangun 120 rumah, 2017 dibangun 158 rumah, 2018 dibangun 587 rumah dan 2019 naik menjadi 750 rumah. " Setiap tahun naik. Itu adalah perintah bupati," tandasnya.(tr-01/ite)

Kirim Komentar