06 Apr 2019 09:16
Sorongan: Nilai Devisanya Lebih Baik

2018, Ekspor Ikan Sulut Turun

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Sektor perikanan di Sulawesi  Utara sangat menjanjikan. Meski sejumlah upaya dan trik, baik dari dinas terkait dan inisiasi nelayan perlu didorong lagi. Memang, hasil pencapaian sektor ini  di Tahun 2018, tak jelek-jelek amat. Dari data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara, jumlah produksi perikanan Sulut mencapai 870.252,94 ton.

 

“Jika dibandingkan dengan Tahun 2017 ada peningkatan 6,36 persen. Dengan rincian Perikanan Tangkap menyumbang 382.005 ton atau sekira 43,89 persen. Sementara Budidaya Perikanan 488.247,94 ton atau 56,10 persen,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikana Sulut Ronald Sorongan.

Lanjut Sorongan, jika melihat dari sisi ekspornya, sepanjang tahun lalu. Sulut berkontribusi menyumbangkan devisa sebesar $131.923.242,64. Didapatkan dari 21.594.869,79 Kg ikan segar, yang diekspor ke pasar internasional.

” Meski volume ekspor kita tahun lalu turun 2,56 persen jika dibandingkan dengan Tahun 2017. Kabar baiknya, dari sisi nilai ekspornya atau devisa yang masuk justru lebih besar. Nilai ekspor kita naik sebesar 3,33 persen. Meski secara nasional, kontribusi ekspor kita hanya mencapai 2,64 persen,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Haidy Malingkas menambahkan regulasi yang ada saat ini, justru membatasi ruang gerak Sulut dalam berproduksi. Lebih ke kelangsungan usaha nelayan sebenarnya. Pasalnya, kata dia, terkait perizinan masih memakan cukup memakan waktu, khususnya untuk kapal-kapal dengan ukuran di atas 30 GT.

“Saat ini kita hanya melayani perizinan untuk kapal berukuran di bawah 30 GT. Adapun, perizinan kapal berukuran 30 GT—60 GT harus mengikuti prosedur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujar dia

Belum lagi upaya pendampingan usaha dari lembaga keuangan dan perbankan, yang dinilai belum memberikan keleluasaan bagi nelayan untuk mengakses layanannya.

“Terbatasnya akses ke lembaga–lembaga keuangan dan perbankan bagi usaha-usaha perikanan dari sisi permodalan. Serta para nelayan, pembudidaya, pengolah dan masyarakat pesisir,” kata dia

Sembari menambahkan, restrukturisasi armada penangkapan ikan dan peningkatan SDM masyarakat kelautan. Dalam mengembangkan kelautan dan perikanan secara profesional, juga dirasa perlu didorong lagi. (jul)

Kirim Komentar