05 Apr 2019 12:41

Dua Tahun, DLH Boltim Keluarkan 154 SPPL

MyPassion
Sjukri Tawil

MANADOPOSTONLINE.COM---Selang dua tahun terakhir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim sudah mengeluarkan 154 Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan DLH Patra Mokoginta, kemarin.

 

Menurut dia, tahun 2018 ada 129 SPPL dikeluarkan. Sedangkan tahun ini sampai Maret ada 25 SPPL. "SPPL tersebut dikeluarkan untuk usaha yang bergerak dibidang warung, perbengkelan, kontraktor, koperasi dan sarang walet," katanya.

Dia mengakui, jika selama ini banyak yang datang mengurus SPPL ke DLH, namun tidak semuanya disetujui karena terkendala titik koordinat yang masuk wilayah terlarang seperti hutan lindung, cagar alam dan lain sebagainya.

"Memang banyak pengusaha baik kecil, menegah maupun besar mengambil formulir pengurusan rekomendasi SPPL. Tapi ada beberapa warung yang ditolak penerbitan rekomendasi SPPL, karena wilayah usahanya masuk kawasan taman wisata," bebernya.

Dia pun menekankan  SPPL merupakan jenis usaha yang sangat sederhana dan sangat sesuai untuk pelaku UKM pada umumnya, khususnya kegiatan usaha yang digarap termasuk yang tidak wajib mempunyai UKL-UPL atau Amdal.

"Dokumen SPPL adalah salah satu kriteria guna mendapatkan izin teknis tertentu yaitu Izin Usaha Industri (IUI) dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Sehingga wajib diurus," jelasnya.

Terpisah, Kepala DLH Boltim Sjukri Tawil menerangkan rekomendasi SPPL memang merupakan wewenang DLH yang terus digenjot. Namun pertambangan dan galian C di ESDM Provinsi serta Perizinan Satu Pintu Provinsi Sulut. "Kami siap membantu pengurusan SPPL di Boltim, agar ke depan mereka bisa usaha dengan legal," janjinya.

Dia menambahkan, rekomendasi SPPL merupakan tanggung jawab pemilik. “Jadi semua harus peduli terhadap pengurusan," tandasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar