30 Mar 2019 14:40

Rawan Terjadi Bencana, Boltim Miliki Empat Garis Patahan

MyPassion
Elvis Siagian

MANADOPOSTONLINE.COM---Kabupaten Boltim rawan terjadi bencana. Karena terindentifikasi memiliki empat garis patahan yang melitas ditiga kecamatan.

 

Sub Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Novie Sahusilawane membeber, empat garis patahan tersebut sebagian besar melewati jalan raya di Kecamatan Kotabunan, Modayag dan Modayag Barat.

Dia pun menekankan pada garis patahan tersebut tidak bisa ada aktivitas atau pemukiman penduduk. Karena sangat berbahaya. "Indikasinya bisa terjadi sekitar 100 meter hingga satu kilometer. Empat titik garis patahan ini merupakan tanda awas untuk masyarakat Boltim," dia mengingatkan.

Dia pu menerangkan, alasana ambruknya beberapa jalan raya yang ada di Boltim. Karena garis patahan tersebut sebagian besar lewati jalan raya. "Makanya banyak jalan yang longsor atau amblas. Seperti di Kotabunan dan Buyat," jelasnya.

Selain itu lanjutnya, Gunung Ambang pun merupakan gunung aktif tipe A. Di mana aliran lava akan melewati sungai di daerah Modayag dan Modayag Barat serta sekitarnya. "Jadi masyarakat harus selalu waspada. Tapi sejauh ini tidak perlu khawatir karena Boltim masih aman dan tidak terindikasi bencana," katanya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim Elvis Siagiaan mengatakan, memang ada beberapa desa yang rawan bencana baik tanah longsor maupun banjir.

Dia menyebutkan desa tersebut antara lain, Tombolikat, Motongkad, Moyongkota, Tutuyan dan Togid, Lanut, Bukaka, Dodap, Bodaro, Motongkad, Kotabunan dan Jiko Molobog.

"Setiap musin hujan pasti wilayah ini akan terkena banjir dan tanah longsor. Karena masuk dalam garis patahan,” katanya. “Tapi sejauh ini tidak ada hal besar terjadi. Karena itu BPBD tetap akan waspada untuk empat titik patahan di Boltim, agar tidak menimbulkan kerugian dan juga korban," pungkasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar