28 Mar 2019 14:03

Audisi Calon Juara Dunia di Manado, Ini Komentar Ketum PB Jaya Raya

MyPassion
PB Jaya Raya menggelar audisi di Gor Arie Lasut Manado, Kamis (28/3). (Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Klub elit bulutangkis tanah air, PB Jaya Raya, selama 3 hari menggelar audisi di GOR Arie Lasut, Manado, Sulawesi Utara. Ajang pencarian tersebut bertajuk 'Audisi Menjaring Juara Dunia Masa Depan' diikuti 276 peserta dari berbagai daerah.

Ketum PB Jaya Raya Rudy Hartono Kurniawan menjelaskan, setiap anak pasti berbakat. "Akan tetapi bakatnya seperti apa, karena bakat itu ada yang teknis artinya dia memiliki gerakan cepat kemudian kalau beradaptasi terhadap olahraga ini cepat menangkapnya," katanya Kepada Manado Post Online, Jumat (28/3).

"Tetapi yang sampai teknis itu kalau yang sudah berumur sudah di atas 10 tahun. Karena Jaya Raya kepelatihannya itu, khusus SMP atau yang lulus SD kan, itu pun kita melihat sampai di mana kemampuannya," sambungnya.

Menurut Hartono, pada umumnya penilaiannya pasti dilihat dari gerakannya. "Misalnya, anak ini latar belakannya sudah berapa tahun, peningkatan berlatihnya cepat meningkat atau lambat, kalau cepat meningkat berarti peserta bagus dan tentu orang tuanya sangat mendukung, tapi itu pada umumnya," jelas salah satu legenda bulutangkis itu.

"Salah satu contoh peserta baru berumur 8 tahun tapi pergerakannya sudah seperti umur 10 tahun ke atas berarti anak itu punya bakat," bebernya.

Lanjutnya,  bakat ini kan ada banyak, salah satunya bakat yang terpendam. "Bakat terpendam ini bisa kita lihat saat peserta tersebut dalam bertanding mengalami tekanan dari lawan akan tetapi dia bisa mengembalikan keadaan, arti kata dia sangat mencermati gerakan lawan," sebutnya.

Dengan singkat Hartono menilai, cenderung menyukai peserta yang suka berlatih degan giat. "Sebab sejatinya latihanlah yang menjadi dasar utama," pungkasnya.(opn)

Kirim Komentar