23 Mar 2019 15:57

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Mayat di Pantai Kora-kora

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM -- Kronologi pembunuhan Santo, mayat terapung yang ditemukan di Pantai Kora-kora terkuak. Hal itu diungkapkan Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasat Reskrim AKB Muh Fadli SIK Jumat (22/3).

Pada hari Rabu 13 Maret sekitar pukul 13.00 WITA, tersangka ST sudah membawa pisau dapur yang sebelumnya dibeli di minimarket. Bersama AM, ST menjemput korban di Jln. Amian, Kel. Tataaran Dua Kec. Tondano Selatan dengan menggunan mobil Avansa Hitam DB 1217 AP.

Kemudian ketiganya pergi menuju pantai. Di perjalanan korban Santo mampir di warung untuk membeli Komix di Kampung Jawa Tondano. Mereka melanjutkan perjalanan menuju pantai di Kec. Kombi. Di dalam mobil ST dan Santo meminum Komix yang dicampur fanta.

Ketika sudah dekat pantai, ST dan korban terlibat selisih paham adu mulut. ST tidak terima saat dikatakan pacarnya perempuan sembarangan (nakal). Sebelumnya juga sudah sering kali korban mengatakan hal ini sehingga membuat ST marah dan sakit hati terhadap korban. TS hanya terdiam di dalam mobil.

Saat sudah sampai di Pantai Kombi, korban Santo minta difoto oleh TS. Kemudian TS minta difoto oleh korban. Kemudian ST menyuruh AM dan korban foto bergandengan/berangkulan.

Namun saat AM memegang korban, TS yang hendak mengambil foto maju mendekat, dengan masih marah karena perkataan korban, tiba-tiba mengeluarkan pisau dari saku celana sebelah kanan dan menikam korban di dada bagian kiri.

Tusukan itu ditahan beberapa saat sampai korban terkapar di pasir. Dalam posisi menduduki korban, TS kembali menikam sebanyak lebih dari 10 kali di dada korban. TS berhenti saat korban sudah tidak bergerak.

Selanjutnya TS berusaha mengangkat tubuh korban untuk dibawa ke laut, tapi tidak mampu. AM yang sempat lari karena takut atau shock dipanggil TS untuk membantu mengangkat tubuh korban yang sudah tidak bernyawa.

Keduanya menyeret tubuh korban dengan masing-masing memegang tangan kanan dan kiri korban, sampai ke bibir pantai. Kemudian TS sendirian menarik lebih jauh,  jarak 3 meter ke air laut dan melepaskannya.

Setelah itu TS dan AM kembali ke mobil dan pergi menuju Tonsea Lama Kec. Tondano Utara ke pria bernama Luis untuk dimintai bantuan menyetir mobil menuju Pasar 45 Manado dengan maksud menjual HP milik korban.

Setelah terjual, mereka kembali lewat Jalan Raya Tomohon. Dalam perjalanan ST dihantui ketakutan sehingga ingin membuang pisau yang dipakai menikam korban di Jalan Tinoor. Namun karena pisau berada di dekat AM, maka AM yang membuangnya.

Fadli menambahkan, hingga kini barang bukti pisau belum ditemukan. "Kami sudah melakukan pencarian terhadap barang bukti, namun belum ditemukan. Kami sudah punya sketsanya, bukan pisau tembaga seperti kabar beredar. Cuma pisau dapur yang dibeli di salah satu minimarket," tutupnya. (Victory)

Kirim Komentar