23 Mar 2019 08:28

Diduga Kehabisan Udara, PETI Kembali Makan Korban Jiwa

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Meski sudah berulang kali makan korban, nyatanya masih banyak tambang ilegal beroperasi di tanah Nyiur Melambai. Terbaru tambang ilegal di Tobang Desa Lanut, Kacamatan Modayak, Bolaang Mongondow Timur yang merenggut nyawa penambang.

 

Padahal masih hangat di ingatan masyarakat Nyiur Melambai dengan peristiwa di pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bolaang Mongondow Februari lalu. Korbannya kali ini Roli Mamonto (40), warga Moyongkota.

Dia diduga kehabisan udara segar di ke dalaman 60 meter PETI, Kamis (21/3). “Dia (korban) langsung turun ke dalam lubang. Kami sudah mencegahnya karena plastik blower (penambah udara, red) belum sampai ke dasar lubang, tapi korban terus turun,” cerita Anda Mamonto teman korban.

Lanjutnya, saat korban sudah mulai menuruni lubang, mereka langsung memasang plastik blower. Tapi selang lima menit terdengar teriakan suara minta tolong dari dasar lubang.

“Kami langsung turun dan melihat korban sudah tergeletak di bawah dan diduga terhirup zat asam di dalam lubang,” katanya lagi.

Hal ini dibenarkan Babinsa setempat. Dia menjelaskan kronologi kejadian tersebut sekitar pukul 11.00 WITA. Setelah mengetahui hal tersebut korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kinapit Kotamobagu.

“Namun dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia,” bebernya. Mengetahui hal ini, keluarga korban menolak untuk otopsi. Korban pun dibawa pulang ke rumahnya dan dikebumikan Jumat kemarin.

Pemilik tambang AE, membenarkan lubang yang merenggut nyawa tersebut miliknya. “Iya memang milik saya. Tapi saya sudah ke rumah duka dan memberikan santunan pada keluarga,” singkatnya saat dikonfirmasi.

Kapolsek Modayag AKP Slamet ketika dikonfirmasi mengaku masih akan mendalami hal tersebut. Pihaknya pun belum bisa memastikan apakah kecelakaan tersebut ada unsur kelalaian atau tidak. “Kami masih akan mengumpulkan para saksi untuk dimintai keterangan," imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Urban Kotabunan Kompol Suparno menampik informasi adanya dugaan keterlibatan petugas. “Kami selalu dituduh terima suap, atau pihak penambang ilegal itu nyetor ke polisi. Padahal buktinya tidak ada. Jadi saya sudah melaporkan ke pimpinan, akan segera bentuk tim dan lakukan razia penertiban wilayah tambang tak berizin,” tandas Suparno.(Tim MP/gnr)

Kirim Komentar