22 Mar 2019 13:45

Tekan Angka Kekerasan Anak di Tomohon, Pemkot Gelar Pelatihan

MyPassion
Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Tomohon ODS Mandagi membawakan sambutan saat pelatihan PATBM, di AAB Guest House Tomohon Kamis(21/3).(Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM---Menekan angka kekerasan terhadap anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) menggelar pelatihan.

 

Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kota Tomohon, berlangsung di AAB Guest House, Kamis(21/3) kemarin.

Dibuka Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Kota Tomohon Drs ODS Mandagi, dalam sambutannya, mengatakan PATBM adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

"PATBM merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak," terangnya.

Pengembangan PATBM untuk menguatkan kapasitas masyarakat melakukan upaya perlindungan anak dengan mencegah dan memecahkan secara mandiri permasalahan kekerasan yang terjadi di masyarakat.

Mandagi menambahkan, PATBM diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan pada anak dengan mengubah norma sosial dan praktek budaya yang menerima, membenarkan atau mengabaikan kekerasan, membangun sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan serta mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan.

"Kiranya melalui pelatihan ini, peserta mampu mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif dalam memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada di lingkungannya," ungkapnya.

Sementara itu Kepala DP3A Kota Tomohon dr Olga Karinda MKes mengatakan, sasaran kegiatan ini adalah masyarakat. "Karena selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peran sangat vital untuk perlindungan anak. Maka kami menggelar pelatihan, untuk menjadi aktivis anak tidak digaji tetapi peduli dan ketika selesai pelatihan boleh melindungi hak-hak anak yang berada di lingkungan sekitar," tutupnya.(tr-04/ria)

Kirim Komentar