21 Mar 2019 15:19

Wali Kota Bitung: Ada Minta Bayar, Lapor!

MyPassion
Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban SE MSi saat melaunching Program Tali Kasih bagi Pekerja Sektor Informal di Balai Pertemuan Umum (BPU), Pemkot Bitung, kemarin (20/3). (Humas dan Protokol Pemkot Bitung)

MANADOPOSTONLINE.COM—Bagi orangtua atau wali siswa yang diminta biaya oleh pihak sekolah jangan takut melapor. Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban SE MSi menegaskan, sekolah yang meminta bayar nanti akan diberi sanksi.

 

“Orang yang datang di sekolah tidak perlu bayar. Jika ada yang minta bayar lapor, nanti kita ‘promosi’ (baca: sanksi, Red),” ujar Lomban di sela-sela melaunching Program Tali Kasih bagi Pekerja Sektor Informal di Balai Pertemuan Umum (BPU), Pemkot Bitung, kemarin (20/3).

 

Menurut Lomban, karena setiap sekolah, khususnya SD dan SMP, sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Bagi setiap murid SD contohnya, dapatnya Rp 800 ribu,” katanya.

Jadi dia menegaskan, sekolah tidak boleh lagi menagih kepada siswa. “Meja kursi sekolah tidak perlu beli. Nanti pemda yang adakan. Tahun lalu ribuan kursi kita adakan untuk sekolah. Supaya betul-betul pendidikan kita, orang miskin pun boleh datang ke sekolah,” jelasnya.

Dia juga mewarning orangtua yang punya anak wajib belajar tapi tidak ke sekolah. “Orangtua akan dapat sanksi kalau anaknya yang wajib belajar tidak datang ke sekolah. Kalau ada orangtua yang lebih memilih mempekerjakan anaknya di bawah umur, itu berdosa,” katanya.

Dia juga menjelaskan, dulu dia mengkampanyekan wajib belajar 12 tahun. Tapi dalam proses berjalan, kewenangan wali kota hanya wajib belajar 9 tahun.

Dia juga melarang sekolah menolak anak yang melamar masuk. “Sekolah tidak boleh alasan, tidak ada kursi sehingga tidak diterima. Nanti kita fasilitasi untuk dipindahkan di mana,” terangnya.

Turut hadir dalam acara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan dan pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemkot Bitung.(can)

Kirim Komentar