21 Mar 2019 15:16

Duit “Jalan-jalan” Legislator di Bitung Setara Bedah 377 Rumah

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Anggaran “jalan-jalan” atau perjalan dinas pimpinan dan anggota DPRD Bitung selama tahun ini ternyata bisa untuk membedah 377 rumah warga. Pasalnya, menurut informasi Sekretariat DPRD, total anggaran dinas dewan 2019 sebesar Rp 7,5 miliar. Dengan asumsi biaya bedah rumah Rp 20 juta per unit. Padahal menurut Dinas Perkim Bitung, anggaran bedah rumah hanya Rp 17,5 juta.

Pemerhati pemerintahan Jovano Palenewen MA mengatakan, perjalanan dinas yang dilakukan DPRD boleh dilakukan asalkan memang sangat dibutuhkan untuk membantu menjalankan tugasnya.

"Tapi ini menjadi ironis jika perjalanan dinas itu dijadikan sebagai wadah untuk jalan-jalan saja tanpa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri," ujar lulusan Master Ilmu Politik Pemerintahan Fisipol UGM ini.

Menurutnya, DPRD sebagai rumah rakyat, yang di dalamnya ada anggota legislatif dan sekretariat, seharusnya lebih sensitif.

"Akan lebih bermanfaat dana sebesar itu diperuntukan langsung kepada masyarakat, salah satunya pelaksanaan bedah rumah," kata dosen di beberapa perguruan tinggi di Sulut ini.

Apalagi khusus anggota legislatif, menurutnya, jika dilihat dalam teori perwakilan, maka antara wakil dan masyarakat harus sejalan sebagai pemegang mandat.

“Wakil rakyat harus menjaga sense dan kepercayaan masyarakat yang adalah konstituen. Memang dimungkinkan untuk perjalanan dinas bagi anggota legislatif dalam menopang tugasnya, tapi secara etika perjalanan yang dilakukan harus mnyesuaikan dengan kondisi masyarakat," pungkasnya.

Terpisah, pemerhati pemerintahan lainnya, Rendy Rompas mengatakan, dana sebesar itu harusnya dipangkas guna untuk hal-hal yang lebih baik, yang lebih menyentuh masyarakat.

"Membantu masyarakat untuk perbaikan tempat tinggal adalah salah satu hal contoh. Guna untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Dana perjalanan dinas, menurutnya, tidak berdampak signifikan untuk membantu pemerintah melakukan inovasi. "Menurut saya akan lebih baik jika menghadirkan satu orang dari kementrian atau yang lainnya untuk datang ke Bitung dari pada harus memberangkatkan 10 anggota dewan. Itu lebih efektif dan efisien dari sisi anggaran," tegasnya.

Dia menyorot, jangan sampai agenda perjalan dinas legislator lebih banyak melancong dan memperbanyak koleksi foto.

“Karena tidak membawah dampak signifikan dalam pembangunan Kota Bitung," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Bitung Olga Makarau membenarkan, anggaran perjalan dinas jika diakumulasikan sebanyak Rp 7,5 miliar lebih. Itu dibagi dari anggaran kunjungan kerja (kungker) sebesar Rp 4,7 miliar dan dari anggaran konsultasi sebesar Rp 2,8 miliar.

"Ini yang tertata selama tahun 2019. Namun anggaran ini tidak serta merta harus dihabiskan hanya dipergunakan untuk keperluan yang sangat penting," ujarnya.(tr-07/can)

Kirim Komentar