16 Mar 2019 08:55
KPK Identifikasi Jual-Beli Jabatan di Daerah

Sudah 5 Ketum Parpol Terjerat KPK

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Sejauh ini, KPK sudah menjerat lima ketua umum partai dalam kasus korupsi. Yang terbaru Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy, yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Jumat (15/3) kemarin.

Sebelumnya ada eks Ketum Demokrat Anas Urbaningrum, eks Ketum PKS Lutfi Hasan Ishaaq, eks Ketum PPP Suryadharma Ali, dan eks Ketum Golkar Setya Novanto.

Khusus penangkapan Romahurmuziy, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penangkapan terhadap Rommy dilakukan karena yang bersangkutan diduga menerima upeti terkait pengisian jabatan.

“Transaksi ini dari identifikasi yang sudah kami lakukan, diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama, baik di pusat ataupun di daerah,” singkat Febri, kepada wartawan di Jakarta dilansir dari JawaPos.com (grup Manado Post) kemarin.

Terpisah, penangkapan tersebut dinilai bisa berdampak kepada ketidakpercayaan publik terhadap elit-elit politik partai. “Kejadian hari ini akan berdampak luas pada parpol-parpol lain. Pola kaderisasi parpol sepertinya tidak mapan semua hanya berlomba-lomba mengejar kekuasaan dan kepentingan untuk memperkaya diri,” sebut Pengamat Politik Ferry Daud Liando.

Lanjut Ketua Jurusan Fispol Unsrat itu, kejadian ini sangat dekat dengan Pemilihan Umum (Pemilu). “Bahayanya adalah akan banyak pemilih tidak akan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) karena trauma dengan perilaku para politisi saat ini,” sesal Liando.

Baginya kasus ini menjadi koreksi bersama. Sebab korupsi terjadi karena persekongkolan. Tidak hanya kerja tunggal. Tetapi melibatkan pihak lain.

“Harusnya upaya pencegahan dan pengawasan harus ketat dilakukan oleh pihak yang berwenang. Prestasi penanganan korupsi bukan diukur dari berapa orang yang ditangkap, tetapi berapa besar uang negara yang bisa diselamatkan,” tandas Liando.(opn/gnr)

Kirim Komentar