15 Mar 2019 08:08

Waduhh! Begini Nih Jadinya Jika Beda Pilihan Caleg

MyPassion
Akibat beda pilihan di Pileg 2019, bangunan rumah milik Keluarga Panaumang-Pontoh terpaksa dipindahkan. (FB Sekdes Tawaang Timur)

MANADOPOSTONLINE.COM—Jelang Pemilu 2019, makna kebersamaan turun. Kebebasan masyarakat menentukan pilihan dalam berpolitik juga seakan direnggut. Hal itu dialami Keluarga Panaumang-Pontoh di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga. Mereka diusir paksa dari tanah, lokasi rumah yang sementara ditempati.

"Keluarga Panaumang-Pontoh diusir karena adanya perbedaan pandangan politik. Penjaga tanah yang ditempati keluarga tersebut tidak mau pilihan politik mereka tidak sependapat dengannya. Sehingga diusirlah dari tanah yang mereka tempati tersebut. Padahal mereka masih ikatan keluarga," ungkap Pejabat Hukum Tua Tawaang Timur Yahya Tampi saat dikonfirmasi, Kamis (14/3).

Sementara itu, dijelaskan Sekdes Tawaang Timur Mefri Saroinsong, dirinya saat ikut iba melihat kejadian yang menimpa keluarga tersebut.

"Saat itu saya mendapatkan informasi rumah mereka bakal dipindahkan. Jadi saya turut membantu mengangkat. Informasinya, keluarga tersebut tidak sependapat soal memilih calon legislatif. Sehingga mereka diusir dari tanah yang mereka tempati. Padahal antara penjaga tanah dengan mereka masih ikatan keluarga, kalau tidak salah om dan kemanakan," ungkapnya.

Ditambahkan Saroinsong, saat ini bangunan rumah keluarga Panaumang-Pontoh sudah dipindahkan ke salah satu tanah milik seorang warga desa.

"Kita angkat sekira pukul 10.30 pagi. Karena rumah tidak permanen jadi kurang lebih hampir 20 orang kami bisa angkat. Saat ini rumah itu sudah dipindahkan ke tanah kosong yang dipinjamkan oleh salah satu warga Desa Tawaang," jelasnya.

Terpisah, mantan hukum tua Desa Tawaang Timur Yulian Mandey, mengatakan dalam waktu dekat dirinya bakal membangunkan rumah layak huni bagi keluarga tersebut. "Melihat kesusahan yang dialami keluarga, dalam waktu dekat waktu nanti akan dibangun rumah yang layak huni sebelum bagi mereka. Dan semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya," ungkap Mandey.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, yang tak mengizinkan Keluarga Panaumang-Pontoh berada di tanah tersebut pendukung salah satu calon yang maju di DPRD Minsel. Dia juga masih disebut pamannya Keluarga Panaumang-Pontoh.(rgm/gel)

Kirim Komentar