15 Mar 2019 10:30

Rekam Jejak Digital Dapat Dilacak, Praktik Kampanye Hitam Bisa Berujung Penjara

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Warga yang doyan melakukan kampanye hitam selama tahapan Pemilu lebih baik segera dihentikan. Polri kini memiliki teknologi yang tergolong terbaik di Asia tersebut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo membenarkan hal tersebut. “Iya betul. Alat tersebut terkoneksi dengan big data. Sehingga bisa merekam semua jejak digital,” sebut Tompo, ketika dikonfirmasi Manado Post.

Polda Sulut sendiri mengungkapkan, temuan kejahatan dunia maya makin marak. Berdasarkan data Polda Sulut, angka kasus kejahatan siber/perbankan meningkat sejak dua tahun terakhir. Tahun 2017 berjumlah 72 kasus, yang selesai 29 kasus (40,27 %). Sedangkan tahun 2018 naik jadi 102 kasus, dan yang dituntaskan penyidik baru 12 kasus (11,76 %).

Kejahatan dunia maya saat ini didominasi dengan hoax yang disebar melalui media sosial (medsos). Hoax kini menjelma sebagai ancaman paling berbahaya. Polda Sulut makin intensifkan patroli dunia maya atau cyber patrol. Para peselancar internet pun di-warning. “Tidak hanya patroli fisik untuk menjaga keamanan. Ada juga patroli di dunia maya,” ungkap Tompo.

Menurutnya, saat ini penyebaran informasi di medsos sangat cepat dan tak terbendung. Beberapa oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan media untuk menyebarkan isu provokatif dan memicu konflik. “Cyber patrol dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan unggahan tulisan atau gambar yang rawan menimbulkan konflik. Sehingga kepolisian dapat mencegah hal tersebut,” tuturnya.

Patroli dunia maya dilakukan tim cyber. Dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di medsos. “Sebab tidak semua informasi memiliki akurasi kebenaran dan sumber yang jelas,” jelasnya.

Dijelaskannya, bentuk kejahatan siber juga meliputi konten penipuan, hoax, dan konten yang mengadu domba. Misalnya ada pemberitaan yang sifatnya tidak benar atau hoax. Adapun berita-berita yang isinya mengadu domba. “Kejahatan dunia maya jika tidak ditangani dapat merugikan warga,” tandas Tompo.

Sebelumnya, Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengimbau, masyarakat jangan melakukan kampanye hitam atau black campaign khususnya terkait Pilpres 2019.

“Teknologi yang dimiliki Polri saat ini bisa dikatakan masuk terbaik juga untuk di kawasan Asia, dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang mewakilinya memiliki kompetensi tinggi. Rekam jejak digital seperti apapun pasti bisa terbongkar,” tegas Jenderal Bintang Satu tersebut di Mabes Polri.(gnr)

Kirim Komentar