15 Mar 2019 16:33

Petugas Sampah di Mitra Digaji 685 Juta

MyPassion
Grafis.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Penanganan sampah jadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mitra. Tak tanggung-tanggung total Rp 685 juta dikuncurkan, khusus menggaji para petugas kebersihan (lihat grafis).

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyebut, anggaran yang disiapkan khusus pembayaran gaji petugas menyerap sekira 25 persen total penanganan sampah. Meski diakuinya untuk tahun ini terjadi pengurangan petugas kebersihan. "Memang ada terjadi pengurangan baik untuk petugas pengangkut sampah. Hingga petugas pengelola sampah di TPA. Namun tetap untuk gaji petugas sampah ini disiapkan total 685 juta lebih," katanya.

Secara keseluruhan, lanjut Soleman, hampir tiap petugas diberi gaji di atas 3 juta. Dengan pengecualian dua operator alat berat yang hanya menerima 2,4 juta. "Misalnya untuk petugas pengangkut sampah digaji 3 juta. Begitu juga sopir dan petugas yang melakukan pengangkutan melalui motor," sambungnya.

Dikatakan Soleman, hal tersebut dilakukan, mengingat kontribusi dari petugas kebersihan ini sangat penting. Terutama untuk penanggulangan sampah di jalan-jalan utama di Kabupaten Mitra. "Mereka beroperasi di sebagian Ratahan Timur, Ratahan, hingga jalan utama Tombatu. Itu dilakukan setiap pagi. Kecuali ada kendala mobil yang rusak," tuturnya.

Sementara, untuk pengananan sampah di lokasi yang belum terjangkau dilakukan langsung dari tiap pemerintah kecamatan dan desa setempat. Namun pihaknya bakal berupaya menambah mobil atau motor sampah. "Misalnya kan melalui bantuan motor sampah yang diserahkan ke beberapa desa. Tapi tetap diupayakan setiap kecamatan bisa terjangkau nantinya," pungkas Soleman.

Sementara itu Anggota Komisi III DPRD Kisman Hala mengatakan perlu ada perda tentang retribusi persampahan. Dikarenakan potensi retribusi bisa saja meningkat asalkan ada regulasi. "Apalagi melihat situasi di lapangan saat ini. Meski semua belum bisa dijangkau, namun capaian realisasi PAD dari retribusi tergolong tinggi. Untuk perlu adanya regulasi khusus untuk retribusi persampahan," jelas legislator yang juga Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Mitra ini.

Adapun terkait, anggaran pengelolaaan Sampah yang bisa dibilang besar, Kisman menuturkan hal tersebut wajib diimbangi dengan kinerja dinas terkait. Misalnya efektivitas dalam memberikan bantuan sarana-prasarana. Kemudian disusul dengan sosialisasi. "Kalaupun usulan perda terkait  sampah cepat dimasukkan. Tentu kami berupaya supaya hal tersebut segera digodok," tandasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar