14 Mar 2019 08:08

Pinjaman Tembus 22,6 Triliun, Warga Sulut Hobi Kredit

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pola hidup masyarakat Nyiur Melambai sangat konsumtif. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut mencatat, sejak 2016 hingga 2018, tren penyaluran kredit konsumtif menyentuh angka Rp 22,6 triliun.

 

Jumlah tersebut sangat fantastis. Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, melalui Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Gunawan beranggapan, makin pesatnya pertumbuhan kredit secara keseluruhan di satu daerah, menunjukkan tumbuhnya perekonomian di daerah tersebut. Meskipun sikap antisipatif dan supervisi tetap diperlukan, guna mencermati penggunaan riil kredit.

“Indikator Non Performing Loan (kredit macet, red) ada direntang yang cukup baik, antar permintaan dan pengembalian masih sehat. Intinya, jika kualitas kredit konsumsi ini makin baik mengindikasikan adanya perbaikan tingkat pendapat masyarakat. Menjaga ritmenya tetap seperti ini, jadi keharusan dan yang terutama oleh bank sekarang,” jelas Gunawan.

Lanjutnya, sejumlah kredit produktif yang diberikan perbankan nyatanya mampu mengangkat kualitas kesejahteraan masyarakat. “Cocok dengan menurunnya angka kemiskinan di Sulut selang tahun lalu kan,” imbuhnya.

Dengan adanya keseimbangan antar jumlah rupiah yang dikeluarkan bank, serta kesadaran dan kepatuhan debitur dalam menunaikan kewajibannya, diungkapkan Gunawan makin memfokuskan kinerja layanan jasa keuangan untuk terus mendorong ke arah yang makin harmonis lagi.

“Ya, sejumlah kasus perselisihan antar debitur dan perbankan tak serta merta berhenti. Malahan tak jarang harga diri bahkan nyawa dipertaruhkan guna menyelamatkan haknya masing-masing. Fenomena tersebut banyak kita saksikan umumnya di jenis kredit kendaraan bermotor dan properti,” tukasnya.

123
Kirim Komentar