14 Mar 2019 11:39

Pakai Beli Rokok, Bantuan PKH Dicabut

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Sulawesi Utara (Sulut), tahun ini mendapatkan pengawasan ketat. Pemprov Sulut melalui Dinas Sosial Daerah, bakal memberikan sanksi tegas terhadap penyalahgunaan bantuan PKH.

Pemerintah juga, tidak segan-segan mencabut bantuan PKH jika terbukti dipakai membeli barang yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

"Sesuai permintaan pusat, bantuan PKH kita kawal secara ketat. Jika dipakai untuk membeli rokok, ya kita cabut. Kita tidak segan-segan. Bantuan ini harus sesuai peruntukannya. Apalagi bantuan tahun ini mengalami kenaikan. Karena itu pengawasan penyaluran dan penggunaan bantuan kita perketat," ungkap Kepala Dinas Sosial Daerah Sulut Rinny Tamuntuan melalui Kepala Bidang Fakir Miskin Sonny Umboh, Rabu (13/3).

Mekanisme pencairan dana bantuan PKH, di tahun ini, menurut Umboh, mengalami perubahan. Dari semulanya, diberikan secara merata yakni Rp 2 juta per keluarga. Kini bisa berpotensi sampai Rp 10 juta per keluarga dalam akumulasi setahun.

"Jadi mekanisme pencairan telah berubah di tahun ini. Dan terjadi peningkatan nominal uang. Kalau tahun lalu, semua diberikan sama rata yakni Rp 2 juta per tahun. Kini hitungan pencairan sudah per komponen. Jadi ada empat komponen, yang pertama jika keluarga tersebut memiliki anak usia sekolah, memiliki lansia, ibu hamil serta memiliki balita," tuturnya.

Dirinya mengatakan, untuk komponen jika keluarga penerima PKH memiliki anak sekolah dasar maka diberikan Rp 900 ribu pertahun. Jika SMP diberikan Rp 1,5 juta dan untuk SMA mendapatkan Rp 2 juta.

12
Kirim Komentar