14 Mar 2019 08:22

Kisah Korban Jatuhnya Ethiopian Airlines ET 302

MyPassion
Puing pesawat Ethiopian Airlines ET 302 di lokasi kecelakaan dekat kota Bishoftu, tenggara Addis Ababa, Ethiopia. (REUTERS / Tiksa Negeri)

ADDIS ABABA—Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 meninggalkan kisah pilu. Banyak di antara keluarga korban yang masih tak percaya bahwa orang-orang tercinta mereka telah tiada dengan cara yang begitu tragis.

Kaki Kebebew Legesse terasa lemas saat melihat lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302. Dua kerabat lelakinya terpaksa menyangga tubuhnya. Tangis dan erangan pilu terus keluar dari bibirnya.

Legesse Dia masih tak percaya putrinya, Ayantu Girmay, ikut menjadi korban tewas dalam kecelakaan nahas yang terjadi Minggu (10/3). Girmay adalah salah seorang kru maskapai milik pemerintah Ethiopia tersebut.

Kesedihan itu kian menjadi karena jasad Girmay tak bisa dikebumikan secepatnya. Para korban memang hampir-hampir tak bisa dikenali lagi. “Proses identifikasi korban bakal memakan waktu setidaknya lima hari,” terang Juru Bicara Ethiopian Airlines Asrat Bega­shaw seperti dikutip Reuters dan dilansir lagi dari JawaPos.com (grup Manado Post).

Pesawat nahas itu dikemudi­kan Yared Mulugeta Getachew, seorang kapten pilot senior. Meski begitu, pria 29 tahun itu merupakan kapten termuda di maskapai pelat merah tersebut. Karirnya cemerlang dengan masa depan cerah yang membentang. Tapi, semuanya berakhir saat pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dikemudikannya menghantam tanah lapang di Hejerem dekat Bishoftu, Etiopia.

Sebelum kejadian nahas itu, pilot berkewarganegaraan ganda, Kenya dan Ethiopia, tersebut sudah satu dekade bergabung dengan Ethiopian Airlines. Tepatnya pada November 2007. Dia mengantongi lebih dari 8 ribu jam terbang. Alumnus Ethiopian Airlines Aviation Academy tersebut bekerja hampir tanpa cela.

Dalam pernyataan resminya, pihak keluarga menyatakan luar biasa bangga dengan prestasi yang dicapai Getachew. "Dia memiliki rekor terbang yang luar biasa," terang CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebre Mariam.

Kemarin (12/3) asosiasi pilot Ethiopia menggelar upacara penghormatan terakhir untuk semua kru Ethiopian Airlines yang menjadi korban. Ruang duka dipenuhi dengan isak tangis. Mereka rata-rata masih tak percaya dengan kecelakaan nahas itu terjadi. “Saya tak bisa tidur. Shock. Ini sulit dipercaya,” ujar Hassan Katende, salah seorang kawan Getachew pada BBC.

12
Kirim Komentar