14 Mar 2019 17:11

Kadis Kesehatan Sitaro: Penderita Kusta Bisa Diobati, Jangan Dikucilkan

MyPassion
Ria Papalapu

MANADOPOSTONLINE.COM---Pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terhadap penderita penyakit kusta, di Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi salah satu perhatian utama pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Olehnya, sosialisasi serta bagaimana mekanisme penanganan yang tepat, terus digenjot skpd terkait. 

 

Kepala Dinas Kesehatan Ria Papalapu mengatakan, pengidap kusta jangan malu berobat ke puskesmas. "Sekarang bukan saatnya malu, kusta ini tidak disebabkan oleh kutukan dan semacamnya, namun murni karena virus dan itu adalah penyakit," tuturnya

Papalapu berharap, agar keluarga maupun orang terdekat justru harus memberikan penguatan. "Bukan malah dikucilkan, kusta yang telah melalui proses penanganan tak lagi menular. Mengubah mindset kita, memberikan perhatian bagi penderita untuk segera mendapatkan pengobatan secara intensif dan berkelanjutan, harusnya menjadi pemahaman masyarakat sekarang," jelasnya

Sementara itu Pengelola Program Penyakit Menular dan Tidak Menular Ine Lan Gandaria menambahkan, pihaknya memberikan perhatian ekstra bagi penderita penyakit kulit ini. "Cepat dideteksi dan ditangani artinya makin memperkecil jumlah penularannya. Sudah ada beberapa tim kita yang turun langsung ke lapangan. Menyasar dimana saja ada orang yang teridentifikasi mengidap kusta," beber Gandaria.

Apalagi pengobatan kusta ini gratis, karena obatnya ada di setiap puskesmas. Untuk penderita secara keseluruhan, dikatakan Gandaria mengalami penurunan, dimana pada Tahun 2017 berjumlah 52 penderita. Terdiri dari 47 pasien dewasa dan 5 anak-anak. Sedangkan pada  Tahun 2018, sebanyak 44 penderita masing-masing, 41 dewasa serta 3 anak

"Untuk penanganannya, pasien kusta biasanya dibagi dalam dua kategori yakni MB atau Tipe Basah dan PB  atau Tipe Kering. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) wajib dilakukan, guna terhindar dari penyakit ini," kuncinya. (drp/jul)

Kirim Komentar