14 Mar 2019 08:20

Boeing 737 MAX `Diboikot` Banyak Negara

MyPassion

Kekhawatiran juga disampaikan oleh Ketua Asosiasi Penumpang Pesawat AS, Sara Nelson. Dia meminta FAA segera mengistirahatkan sementara Boeing 737 MAX 8 supaya para calon penumpang tidak cemas ketika bepergian menggunakan pesawat. "Ini soal kepercayaan masyarakat terhadap keamanan penerbangan," kata Nelson.

Presiden AS, Donald Trump, juga turut mengomentari soal kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang digunakan oleh maskapai Ethiopian Airlines pada 10 Maret lalu. Menurut dia, pesawat dalam dunia penerbangan komersil saat ini sudah sangat canggih dan rumit, tetapi justru membahayakan. "Pesawat menjadi terlalu rumit untuk diterbangkan. Pilot tidak lagi diperlukan, melainkan ilmuwan komputer dari MIT," cuit Trump melalui akun Twitter.

Gelombang larangan terbang terhadap Boeing 737 MAX semakin luas. Negara-negara yang melarang adalah Australia, India, Fiji Oman, Singapura, China, Malaysia, Inggris, Indonesia, Ethiopia, Jerman, Prancis, Bermuda, Swiss, Uni Eropa, Kuwait, Selandia Baru, Korea Selatan, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Larangan ini dikeluarkan setelah dua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 mengalami kecelakaan mematikan dalam kurun waktu kurang dari lima bulan.

Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa.

Amerika Serikat dan Kanada memastikan bahwa mereka tak akan melarang penggunaan Boeing 737 MAX 8. AS sendiri sudah menyatakan bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 layak terbang. Namun, AS meminta Boeing untuk memodifikasi pesawat jenis tersebut.(gnr)

123
Kirim Komentar