13 Mar 2019 20:16

Putra Sulut Kena Semprot Jokowi

MyPassion
Thomas Lembong

MANADOPOSTONLINE.COM—Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dinakodai putra Sulut Thomas Lembong, kena semprot Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lembong pun mengaku kaget saat Jokowi menumpahkan kekesalannya atas kinerja investasi dan ekspor yang loyo di acara Rakornas BKPM.

"Saya lumayan kaget karena kemarin di acara Rakornas BKPM dalam sambutannya Presiden mengeluhkan neraca dagang, kekalahan investasi, sampai keluar dari mulut beliau kata 'bodoh'," katanya seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (13/3).

Tidak hanya mengungkapkan kekesalannya, Jokowi, kata Lembong, juga membanding-bandingkan investasi dan ekspor Indonesia yang tertinggal dari negara tetangga. Dia mengakui pernyataan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Indonesia itu. Indonesia, ia bilang memang membutuhkan upaya ekstra untuk menggenjot investasi dan ekspor. "Saya mengakui bahwa kita ketinggaan, kita kalah baik dari segi inevstasi maupun ekspor dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam," ujarnya.

Tahun lalu, BKPM mencatat pertumbuhan investasi hanya 4,1 persen menjadi Rp721,3 triliun dari posisi 2017 sebesar Rp692,8 triliun. Persentase itu melambat dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan 2017 yang mencapai 13,1 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sepanjang tahun lalu senilai USD 180,06 miliar. Raihan ekspor itu di bawah kinerja impor yang mencapai USD 188,63 miliar. Kondisi ini menyebabkan Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan senilai USD 8,57 miliar.

Atas kondisi itu, Presiden Jokowi mengaku heran lantaran ia menilai investor berbondong mendatangi Indonesia setiap harinya. Namun, hanya sedikit minat investasi tersebut yang terealisasi. Ia meyakini ada kesalahan dalam tata kelola investasi di Indonesia yang perlu segera dibenahi.

"Ini yang salah di mana? Di pusat, provinsi, kota atau kabupaten? Saya akan kontrol betul mana yang salah. Investor datang ingin investasi tapi kenapa tidak menetas? Ini pasti ada problemnya, apakah kecepatan perizinan, atau mungkin urusan pembebasan lahan yang bertele tele sehingga investor pergi atau pelayanan kita yang tidak cepat dan tidak baik? Ini urusan besar," tandas Jokowi.(cnn/mpo)

Kirim Komentar