11 Mar 2019 13:00

Puluhan Tempat Usaha di Manado `Disegel`

MyPassion
Salah resort di Pulau Bunaken yang tidak memiliki izin usaha.(Dok Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sejak Februari hingga awal Maret, 41 tempat usaha disegel. Karena tidak memiliki izin usaha dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Pengkajian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Mintu (DPM-PTSP) Kota Manado Steven Runtuwene.

Dia menjelaskan, tempat usaha yang disidak tidak memiliki izin usaha berada di Kecamatan Tikala, Tuminting, Kecamatan Bunaken Kepulauan dan Wenang. Mulai tempat spa, rumah makan, furniture, kuliner, resort, dan toko mebel . “Tempat usaha tidak memiliki izin diberikan kesempatan mengurus izin sesuai waktu yang sudah ditentukan. Apabila sampai peringatan ketiga tidak juga memenuhi kewajibannya terpaksa kami menutup aktivitas usahanya,” tegas Runtuwene.

Menurut Runtuwene, penertiban tempat usaha dilakukan terus menerus. Sampai semua tempat usaha di Kota Manado mengikuti aturan, mengurus izin usaha. “Pemkot Manado sangat mendukung investor membuka usahanya di Kota Manado, tetapi dengan catatan harus mengikuti semua prosedur dan aturan yang ada,” ungkapnya.

Dia meminta, bagi pelaku usaha yang belum memiliki izin segera mengurus izin usahanya. Sebelum tim sidak turun memberikan peringatan. “Sebab data-data tempat usaha yang memiliki izin ada di DPM-PTSP. Jadi yang tidak memiliki izin akan ketahuan,” pungkasnya. (ite/gel)

 

Puluhan Tempat Usaha ‘Disegel’

 

KENA SIDAK: Salah resort di Pulau Bunaken yang tidak memiliki izin usaha.

 

MANADO—Sejak Februari hingga awal Maret, 41 tempat usaha disegel. Karena tidak memiliki izin usaha dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Pengkajian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Mintu (DPM-PTSP) Kota Manado Steven Runtuwene.

Dia menjelaskan, tempat usaha yang disidak tidak memiliki izin usaha berada di Kecamatan Tikala, Tuminting, Kecamatan Bunaken Kepulauan dan Wenang. Mulai tempat spa, rumah makan, furniture, kuliner, resort, dan toko mebel . “Tempat usaha tidak memiliki izin diberikan kesempatan mengurus izin sesuai waktu yang sudah ditentukan. Apabila sampai peringatan ketiga tidak juga memenuhi kewajibannya terpaksa kami menutup aktivitas usahanya,” tegas Runtuwene.

Menurut Runtuwene, penertiban tempat usaha dilakukan terus menerus. Sampai semua tempat usaha di Kota Manado mengikuti aturan, mengurus izin usaha. “Pemkot Manado sangat mendukung investor membuka usahanya di Kota Manado, tetapi dengan catatan harus mengikuti semua prosedur dan aturan yang ada,” ungkapnya.

Dia meminta, bagi pelaku usaha yang belum memiliki izin segera mengurus izin usahanya. Sebelum tim sidak turun memberikan peringatan. “Sebab data-data tempat usaha yang memiliki izin ada di DPM-PTSP. Jadi yang tidak memiliki izin akan ketahuan,” pungkasnya.(ite/gel)

Kirim Komentar