11 Mar 2019 08:49

Lumat Malaysia, Indonesia Juara All England

MyPassion
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kanan) dan Mohammad Ahsan saat beraksi di All England 2019, di Arena Birmingham, Inggris. (Widya Amelia-Humas PP PBSI)

MANADOPOSTONLINE.COM—Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masih bertaji meski telah memasuki pengujung karier. Arena Birmingham sebagai venue All England 2019 menjadi saksi betapa super pasangan beralias The Daddies ini.

?Ahsan/Hendra keluar sebagai juara setelah mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia di pertandingan final, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Kali ini, duet yang berstatus profesional tersebut menang dengan skor 11-21, 21-14, serta 21-11.

Bagi Ahsan/Hendra, inilah gelar kedua mereka di All England setelah kesuksesan pada 2014 lalu. Sekaligus, raihan Ahsan/Hendra mempertahankan tren juara ganda putra Indonesia seusai catatan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya dalam dua edisi sebelumnya.

Dilansir dari Kumparan, kedua pasangan memulai gim pertama dengan persaingan ketat. Sempat tercipta skor imbang 4-4 dan 6-6. Setelah itu, Ahsan/Hendra kerap mengendalikan permainan reli, tetapi kehilangan poin gara-gara pukulan yang kerap keluar. Alhasil, Chia/Soh meraup lima poin beruntun untuk menutup interval dengan skor 11-6. Momentum keunggulan tersebut terus dijaga Chia/Soh.

Mereka bahkan meningkatkan tempo permainan sehingga memaksakan sejumlah kesalahan dari Ahsan/Hendra. Jarak melebar dari 16-9 sampai 19-11. Setelah mencatatkan game point lewat pukulan Indonesia yang membentur net, Chia/Soh menambah satu poin lagi demi mengunci kemenangan di gim pertama.

?Bagi Ahsan/Hendra, inilah kali pertama mereka kehilangan gim di All England 2019. Ya, mereka selalu membukukan kemenangan secara straight dalam perjalanan menuju final.

Merespons kehilangan gim pertamanya di turnamen, Ahsan/Hendra langsung tancap gas dengan keunggulan 7-0. Chia/Soh sempat memberikan perlawanan dengan memangkas jarak dalam kedudukan 4-7 dan 5-9.

Miskomunikasi Ahsan/Hendra dalam situasi reli 33 pukulan turut menambah poin untuk Malaysia. Namun, Ahsan/Hendra kembali fokus dengan merebut dua angka sekaligus menutup interval dengan kedudukan 11-6.

Keunggulan Indonesia terjaga selepas interval lewat kedudukan 14-19 dan 17-14. Di momen ini, grafik Ahsan/Hendra benar-benar melonjak. Tambahan empat angka yang didapatkan dengan memaksakan kesalahan-kesalahan pasangan Malaysia membuat gim kedua menjadi milik The Daddies.

Di gim pemungkas, kematangan Ahsan/Hendra benar-benar terlihat. Mereka tak meminimalkan kesalahan, sementara pasangan Malaysia melakukan sejumlah blunder. Tercipta skor 11-8 buat Ahsan/Hendra saat interval.

Tak pernah lepas keunggulan dari tangan mereka selepas interval. Mulai dari 14-10 sampai 17-11. Kemudian, Ahsan/Hendra membukukan empat angka beruntun demi menutup gim ketiga ini dengan kemenangan plus gelar juara.(gnr)

Kirim Komentar