09 Mar 2019 12:58

Anak dan Istri Militan ISIS Kelaparan di Desa Baghouz

MyPassion
Banyak anak dan istri militan kekurangan gizi, bahkan ada yang hampir mati. Bau kotoran dan urin sangat menyengat.(Sky News)

MANADOPOSTONLINE.COM—Selama ini Desa Baghouz adalah tempat para keluarga militan ISIS melarikan diri dari konflik. Di sana pula mereka beristirahat dan singgah sementara. Mereka diketahui bermalam di sana selama dua hari terakhir. Para pengungsi ditaksir berjumlah 3 ribu orang termasuk perempuan dan anak-anak.

Dilansir dari JawaPos.com, di sekitar mereka, para pejuang Kurdi dan pasukan khusus Amerika berjaga-jaga. Anak-anak kecil terlihat memegang roti yang sudah kotor. Sebagian besar tidak makan selama berhari-hari. Banyak dari mereka kekurangan gizi dan ada yang hampir mati. Bau kotoran dan urine pun sangat menyengat.

Pemandangan suram ini adalah apa yang tersisa dari ISIS. Distopia mematikan kelompok ekstremis yang telah hancur berantakan.

Seorang wanita Prancis bernama Dorothy, yang tinggal di Toulouse sebelum masuk Islam dan bergabung dengan ISIS, memberitahu bahwa suaminya yang merupakan seorang teroris ISIS Prancis terkenal bernama Jean Michel Clain meninggal dua hari lalu akibat serangan udara.

Di dekatnya ada keluarga dari Finlandia. Tidak seperti kebanyakan keluarga ISIS lainnya, mereka terlihat menyesal dan ingin pulang.

Sumaya yang berusia 13 tahun dibawa untuk tinggal di wilayah ISIS oleh ibunya lima tahun lalu. Mereka berhasil meninggalkan Baghouz dan ingin kembali ke Helsinki.

"Begitu banyak keluarga yang terbakar karena pengeboman itu. Mengerikan. Saya hanya ingin pulang ke Finlandia," katanya dilansir dari Sky News.

Dalam beberapa hari ke depan, para pejuang terakhir akan membuat pendirian terakhir mereka, meski keluarga mereka kini dalam kondisi tanpa kewarganegaraan. Terlebih mereka pun tak tahu rencana atau apa yang harus mereka lakukan di masa mendatang.(jpg/jul)

Kirim Komentar