08 Mar 2019 08:44

Mulai Berbahaya, Operasi SAR di PETI Bolmong Dihentikan

MyPassion
EVALUASI: Direktur Operasi Basarnas RI Brigjen TNI (Mar) Budi Purnomo bersama pemerintah daerah, menjelaskan alasan penghentian pencarian korban tertimbun PETI Bakan, di Bolmong, Kamis (7/3). (Dewi Muntia/MP)

MANADOPOSTRONLINE.COM—Operasi pencarian korban tertimbun tambang ilegal Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong, resmi dihentikan Kamis (7/3). Alasannya karena kondisi tempat kejadian mulai mengancam keselamatan Tim SAR.

Penghentian pencarian disepakati tim gabungan bersama pemerintah daerah. Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnomo mengatakan, kemarin sudah memasuki hari kesepuluh operasi SAR. “Dengan melihat kondisi lokasi yang mengancam keselamatan tim dan alat berat, kami tidak bisa lagi melanjutkan evakuasi,” beber Budi.

Bagi Budi, pada hari kesepuluh, tim telah menuntaskan semua pekerjaan. “Hasil penelitian tim dari perusahaan JRBM di lapangan, mulai banyak batu lepas yang mulai berjatuhan. Sebab pukul 01.45 WITA lubang goa yang kita buka enam meter, kembali tertimbun reruntuhan sedimen. Jelas ini membahayakan alat berat yang bekerja dan tim untuk melakukan evakuasi, ditambah lagi kondisi tanah yang labil,” katanya.

Dengan pertimbangan kondisi goa tidak aman lagi karena longsor itu, paginya tim tidak melaksanakan evakuasi. Tim kemudian melakukan assessment. Dirinya kemudian menjelaskan jalannya proses evakuasi sejak hari pertama.

Status tanggap darurat pencarian korban, kata Purnomo dinyatakan ditutup. “Tapi masih akan dilakukan operasi rehabilitasi yang dilanjutkan oleh tim SAR dari Manado bersama institusi lainnya,” tukasnya.

Beberapa keluarga korban menyesalkan penghentian evakuasi. “Tentu kami kecewa. Kami masih berharap ada solusi lain dari pemerintah agar keluarga kami yang masih di dalam bisa ditemukan,” sebut sejumlah warga yang mengaku sebagai keluarga para korban.(cw-03/gnr)

Kirim Komentar