05 Mar 2019 11:35
Real Madrid vs Ajax Amsterdam

Dihantui Tragedi Odense

MyPassion

MANADOPOSTONLINE-Juara bertahan Real Madrid akan menjamu Ajax Amsterdam di Santiago Bernabeu pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/19, Rabu (6/3). Selama delapan musim terakhir, Madrid belum pernah gagal melangkah ke perempat final. Mampukah mereka meneruskannya?

Dilansir dari Bola.net, Madrid sudah menang 2-1 di Amsterdam pada leg pertama. Madrid unggul lewat Karim Benzema menit 60, kemudian Ajax menyamakan kedudukan melalui Hakim Ziyech menit 75. Madrid memastikan kemenangan berkat gol Marco Asensio tiga menit sebelum habis waktu normal.

Ajax sempat mencetak gol lewat bek sayap Nicolas Tagliafico, yang seharusnya memberi mereka keunggulan 1-0 sebelum jeda. Namun gol itu secara kontroversial dianulir dengan VAR. Ajax meradang. Ajax merasa hasil itu tidak adil, karena mereka telah bermain bagus dan percaya harusnya bisa menang.

Ajax kalah di kandang sendiri pada leg pertama, tapi mereka belum tersingkir. Penentuannya adalah leg kedua di Bernabeu nanti. Ajax sudah sangat siap, dan Madrid wajib berhati-hati. Terlebih lagi, Madrid harus main tanpa bek sentral dan kapten Sergio Ramos yang terkena skorsing. Kemenangan di Belanda itu bukan jaminan Madrid pasti lolos ke perempat final. Melihat performa masing-masing tim, Madrid kurang meyakinkan jika dibandingkan Ajax.

Setelah duel leg pertama itu, Ajax mencatatkan tiga kemenangan beruntun di semua ajang. Dalam tiga laga terakhirnya itu, Ajax bahkan mencetak 13 gol dan hanya sekali kebobolan. Ajax berturut-turut menghabisi NAC Breda 5-0 dan ADO Den Haag 5-1 di liga. Terakhir, mereka mengalahkan tuan rumah Feyenoord 3-0 untuk memastikan diri lolos ke final KNVB Cup. Dusan Tadic mencetak 12 gol dalam 14 penampilan terakhirnya untuk Ajax di semua kompetisi. Dia bakal menjadi salah satu ancaman terbesar buat Madrid di Bernabeu nanti. Sementara itu, setelah leg pertama kontra Ajax, Madrid dipaksa menelan tiga kekalahan dan hanya mampu meraih satu kemenangan. Parahnya, tiga kekalahan itu semuanya mereka dapatkan di kandang.

Dalam tiga laga terakhirnya di Bernabeu, Madrid dipermalukan Girona 1-2 dan berturut-turut tumbang dalam dua El Clasico melawan Barcelona. Madrid dihajar 0-3 di leg kedua babak semifinal Copa del Rey dan tersingkir dengan agregat 1-4, kemudian takluk 0-1 di La Liga. Benzema hanya mencetak dua gol dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk Madrid di semua kompetisi. Vinicius Junior adalah pemain bertalenta, tapi tanpa gol maupun assist dalam empat penampilan terakhirnya untuk Madrid. Gareth Bale dipercaya jadi starter saat melawan Barcelona akhir pekan kemarin, tapi bermain mengecewakan selama 61 menit sebelum diganti.

Madrid baru pernah sekali tersingkir dalam 34 partai knockout kompetisi UEFA di mana mereka menang tandang pada leg pertama, yakni ketika melawan Odense di putaran ketiga UEFA Cup 1994/95. Waktu itu, Madrid menang 3-2 di Denmark pada leg pertama, tapi tersingkir setelah kalah 0-2 di Bernabeu pada leg kedua.

Pasukan Santiago Solari harus berjuang sangat keras untuk meredam 'kemarahan' Ajax jika tak mau tragedi 1994/95 kontra Odense itu terulang. Madrid tanpa clean sheet dalam tujuh laga terakhirnya di semua kompetisi. Sulit melihat Madrid tak kebobolan saat melawan Ajax, yang mencetak delapan gol dalam dua laga tandang mereka yang terakhir.

Beda dengan Ajax, Madrid sedang sulit mencetak gol dan meraih kemenangan. Jika itu kembali terjadi, maka Madrid bisa berada dalam bahaya. Namun faktor Liga Champions sepertinya tak bisa dikesampingkan. Madrid, yang merupakan juara tiga edisi terakhir, punya aura spesial di Liga Champions - terutama jika main di kandang sendiri.

Madrid menang 36 kali dan hanya kalah tiga kali dalam 45 laga kandang terakhirnya di kompetisi ini. Selain itu, Ajax juga sebelum ini selalu tersingkir di kompetisi Eropa setiap kali kalah dengan skor 1-2 di kandang sendiri pada leg pertama. Melihat performa, Madrid mungkin sulit menang. Namun Madrid diyakini tetap punya kans untuk lolos ke babak berikutnya.(gnr/mpo)

Kirim Komentar