25 Feb 2019 13:19

Sarundajang: Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf Dalam Kondisi Sehat

MyPassion
Sinyo Sarundajang

MANADOPOSTONLINE.COM-Belum lama ini beredar video tentang dua orang yang sedang disandera oleh kelompok bersenjata Filipina. Hal ini diakui Duta Besar Indonesia untuk Filipina Sinyo Sarundajang. Menurutnya video tersebut diunggah di akun facebook  Kim Hundin yang saat ini sudah tidak aktif.

Terkait hal itu, KBRI Manila telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait antara lain Kemlu Filipina, West Mindanao Command (Westmincom), National Inteligence Coordinating Agency (NICA) dan Anti Kidnapping Group (AKG).

"Hasilnya diperoleh informasi bahwa WNI yang disandera tersebut adalah. Hariadin dan Heri Ardiansyah yang berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kedua WNI tersebut diculik oleh kelompok Abu Sayyaf di wilayah perairan Sabah Malaysia pada 5 Desember 2018,"ujar mantan Gubernur Sulut ini.

Dia menambahkan,Informasi yang diperoleh dari Westmincom menyatakan bahwa kedua WNI yang disandera dalam keadaan sehat, namun lokasi mereka selalu berpindah karena menghindari operasi militer tentara Filipina.

Sebelumnya pada Jumat (22/2) lalu, Presiden Duterte telah bertemu dengan Nur Misuari, pimpinan Moro National Liberation Front (MNLF). "Dalam pertemuan tersebut Presiden Duterte mendesak pimpinan MNLF untuk membantu proses pembebasan sandera WN asing. Desakan tersebut dilakukan karena sebagian anggota ASG merupakan eks anggota MNLF dan Nur Misuari sebelumnya pernah membantu pembebasan sandera ASG," tambahnya.

Sementara itu, Istana Kepresidenan Malacanang, melalui Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo, pada hari yang sama juga menyampaikan kebijakan pemerintah Filipina mengenai no ransom policy dalam pembebasan sandera. Ditegaskan bahwa pihak keamanan Filipina akan melakukan upaya terbaik untuk membebaskan sandera tanpa perlu adanya uang tebusan. Panelo menggarisbawahi bahwa pemberian uang tebusan akan memicu berulangnya pristiwa penculikan serta memberikan peluang pihak ASG untuk membeli persenjataan.(mpo)

Kirim Komentar