23 Feb 2019 10:39

KPK Didesak Periksa Kembali LHKPN Capres

MyPassion

JAKARTA—Direktur Monitoring Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Jojo Rohi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Desakan yang dimaksud perihal pengecekan kembali Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) milik calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto maupun capres nomor urut 01 Joko Widodo.

 

Publik dinilai perlu tahu apa benar terkait pernyataan Jokowi mengenai kepemilikan ratusan ribu hektare lahan di Aceh dan Kalimantan memang milik ketum Gerindra ini.

“Sekali lagi kami perlu mencocokkan atau dalam hal ini mendesak KPU ataupun bisa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa kembali LHKPN apakah yang disebutkan Jokowi itu ada enggak sih di list LHKPN. Kalau enggak ada, maka kita juga bisa terus mempertanyakan ini," tutur Jojo di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, dilansir dari JawaPos.com.

Menurut Jojo, bila terbukti nantinya Prabowo telah menyembunyikan terkait aset lahan yang disebutkan Jokowi dalam debat capres 2019 beberapa waktu lalu, maka terbukti telah melakukan kebohongan dalam LHKPN yang diwajibkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mendesak agar para calon kandidat capres cawapres membuat list LHKPN dengan jujur. Saya pikir kita bisa memulai dan mungkin bisa kita kolaborasi lebih dalam lagi,” tegas Jojo.

Sementara itu, Peneliti ICW Almas Sjafrina menyebut pernyataan Jokowi, seolah membuat calon pejabat negara harus semakin terbuka dalam melaporkan harta kekayaannya. “Pernyataan Jokowi menjadi suatu poin yang bagus untuk ke depannya kita semakin buka-bukaan. Calon penyelenggara kita semakin buka-bukaan dengan kepemilikan harta mereka," ujar Almas.

Almas pun menegaskan apakah LHKPN yang diwajibkan bagi calon pejabat negara apakah sudah semuanya terbukti jujur dalam melampirkan kepada KPK. "Dan apakah LHKPN sudah dicatatkan secara jujur dan benar dalam LHKPN. Kalau kemarin disebut atas nama perusahaan. Penting juga disebutkan kedua paslon apa saja dan apa jabatan mereka di dalam perusahaan itu,” tutup Almas.(gnr)

Kirim Komentar