23 Feb 2019 09:56

Harga Tiket Masih Selangit, Pariwisata Daerah Terancam

MyPassion
Ilustrasi

Dia berharap ke depan harga tiket bisa turun sesuai dengan kemampuan masyarakat. "Kalau ingin mendorong maju ya akses jalur transportasinya harus diupayakan lancar," tukasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, bisnis angkutan udara tergantung dua hal, yakni harga minyak dan dolar. Sebab, hampir semua biaya operasional pesawat dibayar dengan dolar. "Harga minyak naik, rupiah melemah tentu berdampak pada perusahaan penerbangan," kata Jusuf Kalla.

Jika terus dipaksakan harga tiket murah, bukan tidak mungkin, maskapai rugi bahkan sampai gulung tikar. Banyak perusahaan penerbangan bangkrut di Indonesia tersebab mempertahankan harga tiket murah.

Seperti Merpati, Mandala Air, Adam Air, Indonesia Air dan Batavia Air. "Sekarang, beberapa maskapai lain bergabung dalam dua group saja. Garuda Indonesia dan Lion Air Group," katanya.

Kalla mengatakan, persoalan kenaikan harga tiket adalah keluhan rasional masyarakat. Menurutnya, pemerintah sudah berupaya memberikan keseimbangan. Dengan kata lain, masyarakat tidak dirugikan dan maskapai tidak bangkrut.

Misalnya saja, lanjut Kalla, pemerintah sudah meminta penerbangan BUMN seperti Garuda Indonesia menurunkan tarif hingga 20 persen. Namun, memang belum maksimal atau normal seperti sediakala. "Kita akan cari keseimbangan untuk penumpang dan perusahaan. Ini kan bisnis, kita pahami itu," bebernya.(tan)

12
Kirim Komentar