21 Feb 2019 13:00

Ruang Kelas Disewakan, SDN 8 Tondano Terancam Sanksi

MyPassion
Arodi Tangkere

MANADOPOSTONLINE.COM—Salah satu sekolah di Tondano yakni SD Negeri 8, ruang kelasnya diduga disewakan ke pihak swasta. Padahal, ruangan tersebut seharusnya diperuntukkan sebagai sarana belajar mengajar siswa.

 

Kepala Sekolah SD N 8 Tondano Christian S Tangka SPd MPd saat dikonfirmasi Rabu (20/2) mengatakan, ruangan kelas tersebut disewakan atas persetujuan pihak koperasi sekolah. Selain itu, tidak digunakan karena lantainya selalu basah akibat rembesan dari sumur dan dindingnya berjamur lantaran lembab.

"Ketika pihak Teh Poci datang dan mereka menawarkan untuk berjualan. Saya katakan boleh tapi harus ikut aturan sekolah. Sebab, ada pungutan biaya untuk koperasi sekolah dan mereka bayar pertahun sekitar Rp 1,5 juta plus Rp 50 ribu untuk listrik," jelasnya.

Lanjutnya, dirinya sudah tanyakan ke guru-guru di sekolah dan mereka setuju. "Kelas kosong ini, memang sudah tak layak digunakan dan tak digunakan sekitar setahun lebih. Jadi dengan adanya tawaran dari Teh Poci, langsung disetujui semua guru-guru dan pihak koperasi sekolah," tuturnya.

Terkait penggunaan dana BOS untuk merenovasi bangunan ruang kelas tersebut, memang sudah diusulkan. Namun, pengerjaannnya memang belum dilakukan dan kemungkinan akan dikerjakan tahun ini, sementara pihak sekolah sudah menyewakan ruang kelas tersebut.

"Ruangan itu, belum dibuat karena akan direhab sekalian. Kami sudah usulkan merenovasi ruangan tersebut dari kepsek lama. Kalau tidak salah Agustus ini akan direhab," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Arodi Tangkere mengatakan pihaknya telah melarang sekolah menggunakam ruangan kelas selain untuk siswa. "Terkait masalah ini, kami akan berikan teguran dan tindakan pada sekolah yang keluarkan kebijakan tersebut. Sebab ruangan kelas hanya diperuntukkan sekolah, hanya untuk belajar mengajar," tegas Tangkere.

Terpisah Komisi B DPRD Minahasa Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Jefri Rombot menanggapi masalah tersebut. Dikatakannya kasus ini akan ditindaklanjuti. “Setahu kami sekolah itu khusus buat belajar, bukan tempat usaha. Dan masalah ini akan kami hearing dalam waktu dekat  untuk dimintai keterangan kadis dan kepsek bersangkutan," tandasnya.(tr-03/tan)

Kirim Komentar