20 Feb 2019 15:13

Pendidikan di Sulut Masih Tertinggal, Begini Pandangan Akademisi

MyPassion
Meiske Rinny Liando

MANADOPOSTONLINE.COM--Pendidikan di Sulawesi Utara masih tertinggal dari daerah lain. Akademisi Dr Meiske Rinny Liando mengatakan ini gambaran kualitas SDM yang lemah,  dan tentu perlu adanya kontrol dari pihak yang berwenang tentang komitmen bersama.

"Jadi harus ada regulasi yang sesuai. Nah, regulasi yang dimaksud adalah Pemprov dan DPRD sebagai regulator harus mengeluarkan perda pendidikan di Sulut. Karena belum ada regulasi yang merupakan payung hukum berupa fondasi atau dasar pijakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Sulut," kritik Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unima itu.

Sebagai salah satu wakil ketua Dewan Pendidikan Manado ia membeber, selama ini kita masih mengacu pada Sisdiknas dan Permen. "Sehingga pijakan berupa pendidikan yang kontekstual yang benar-benar sesuai dengan kondisi di Sulut belum ada. Alokasi dana pendidikan sebesar 20 Persen belum sepenuhnya terealisasi padahal ini merupakan perintah konstitusi,"kata akademisi itu dihubungi Mando Post Online.

"Selanjutnya  berupa kekurangan payung hukum atau tataran hukum di satuan pendidikan pemerintah Provinsi, yang tidak salah 4 tahun yang lalu perda tentang pendidikan sudah pernah diproses tapi mentok di kantor Gubernur,"ceritanya.

Menurutnya, karena tidak ada perda mengenai pendidikan berarti tidak ada regulasi yang mengikat sehingga jelas mutu pendidikan kita ketinggalan dan itu terbukti ketika UNBK Sulut masuk peringkat 28.

"Akibatnya, kita hanya mengimpikan hasil tapi tidak pernah serius membahas strategi dalam tataran operasi satuan pendidikan yang di mana kepala sekolah sebagai operator pendidikan harus diperhatikan. Misalnya seleksi kepala sekolah harus sesusi dengan kompetensi yang mengacu pada permendikbud yang ada,"paparnya

Ia mengunkapkan, sistem dan mekanisme rekrutmen kepala sekolah belum terukur. "Kompetensi kepsek dan guru belum maksimal begitu juga pengawas. Mengingat SDM sangat berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Sulut,"ujarnya.

"Terkait wacana negatif yang berkembang di masyarakat tentang jual beli Ijazah yang menyebabkan salah satu penyebab melemahnya pendidikan di Sulut,"ucapnya.(opn)

Kirim Komentar