19 Feb 2019 10:10

Pesta Gol dengan Skor 20-0

MyPassion
Salah satu pertandingan AC Cuneo di Serie C. (Cueno official Twitter)

MANADOPOSTONLINE.COM---Hasil gemilang diraih oleh klub Serie C Italia, AC Cuneo. Mereka mampu memetik kemenangan dengan skor sangat telak yakni 20-0 atas Pro Piacenza. Hasil laga ini mendapat sorotan dari Presiden FIGC yakni Gabriele Gravina.

Cueno menjamu Pro Piacenza pada pekan ke-23 Lega Pro atau Serie C pada Minggu (17/2) di Stadion Fratelli. Sejak awal laga, Cueno memang sudah diprediksi akan menang dengan skor yang telak.

Sebab, Pro Piacenza hanya bermain dengan tujuh pemain di lapangan. Tujuh adalah batas minimal jumlah pemain dalam satu tim saat memulai laga. Dari tujuh pemain yang tampil, tak semuanya adalah pemain sepak bola sungguhan.

Pro Piacenza sedang mengalami krisis. Pada laga melawan Cueon, mereka hanya tampil dengan kekuatan tujuh pemain saja. Itu pun bukan semua pemain senior, tapi kombinasi pemain junior, senior dan beberapa staff klub yang bekerja sebagai terapis.

Kondisi tersebut dilakukan oleh Pro Piacenza agar tidak dikeluarkan dari Lega Pro. Pasalnya, Pro Piacenza sudah tiga kali gagal menggelar pertandingan dengan status Walk Out [WO] karena kurang jumlah pemain.

Pro Piacenza sudah kalah WO saat melawan Juventus II, Robur Siena dan Virtus Entella. Jika mereka WO untuk keempat kalinya, maka Pro Piacenza akan dikeluarkan dari Lega Pro.

Hasilnya, Pro Piacenza babak belur saat berjumpa Cuenco.

Hasilnya, Pro Piacenza kalah telak. Gawang mereka 20 kali dibobol oleh Cueno. Dari pihak Cueno, ada nama Hchiam Kanis yang bermain apik dengan menjaringkan enam gol ke gawang Pro Piacenza. Pro Piacenza kini berada di dasar klasemen Lega Pro. Dari 20 laga yang sudah dimainkan, mereka baru meraih delapan poin.

Kejadian antara AC Cuenco melawan Pro Piacenza memantik reaksi dari pihak FIGC [Federasi Sepak Bola Italia]. Apa yang terjadi pada laga tersebut dinilai telah mencoreng sepak bola Italia.

Predisen FIGC, Gabriele Gravina, marah dengan apa yang terjadi pada laga tersebut. Dia menilai ada penghinaan dari nilai-nilai sepak bola yang terjadi pada laga Cueno melawan Pro Piacenza. Baginya, laga itu adalah lelucon.

"Apa yang terjadi di Cueno adalah sebuah penghinaan pada olahraga dan prinsip dasarnya. Saya harap yang kita saksikan ini adalah lelucon terakhir," tegas Gravina.(gnr)

Kirim Komentar