17 Feb 2019 16:23

Polda Sulut Ranking 1, Kapolda Bilang Ini Tantangan

MyPassion
Kapolda Sigid di halaman Mapolres Sangihe (Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM - MarkPlus Inc pimpinan guru marketing Indonesia Hermawan Kartajaya mempublish, Polda Sulut ranking 1 se Indonesia.

Surveinya tentang kepuasan masyarakat, dan persentase Polda Sulut mencapai 94,7 persen.

“Hampir 100 persen. Ini kebanggaan sekaligus tantangan,” tegas Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto di hadapan Kapolres Sangihe AKBP Sudung F Napitu dan jajaran. 

Kemarin, Kapolda Sigid terbang ke Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dia kembali menyebarkan virus positif. Saat tiba di halaman Mapolres, Kapolda Sigid disambut lagu adat Nusa Utara berjudul terpesona. Sekalipun hujan, lagu tersebut dinyanyikan penuh semangat ratusan anggota sambil berjoget. 

Tampak Kapolda Sigid senyum dan terharu. Ini menandakan anggotanya berbaur dengan masyarakat dan mengerti budaya lokal. 

Setelah itu, Irjen Sigid melakukan commander wish (keinginan komandan). Dia mensosialisasikan program Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tersimpul pada bijak utama promoter. Pertama, peningkatan kinerja. Kedua perbaikan kultur dan ketiga managemen media. “Ini semua tujuan akhirnya adalah Public Trust,” kata Irjen Sigid. 

Sebagai mantan kepala sekolah tinggi ilmu kepolisian, Irjen Sigid tampak piawai dalam mengajar. Bahkan menjelaskannya dengan bahasa sederhana. 

Menurutnya, instruksi ini mudah dan sederhana untuk dijalankan.

“Polisi bisa dilihat masyarakat, mudah dihubungi, dan menolong masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Itu sudah,” katanya. 

Di Manado sebagai etalase, lanjut Irjen Sigid, program ini sudah jalan. Tidak heran. Setiap pagi di Kota Manado dan sekitarnya banyak polisi apel di jalan. Selain mengatur lalulintas, polisi juga membantu anak sekolah atau ibu-ibu pasar menyeberang jalan. 

Berulangkali Irjen Sigid menekankan agar anggota menjadi polisi yang humanis. Atas dasar itu, upaya preventif harus dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah. “Sekarang ini penegakan hukum adalah upaya terakhir. Sebisa mungkin harus didamaikan. Paling baik masalah bisa dicegah dini,” tukasnya lagi.  

Sebab, lanjut Irjen Sigid, energi polisi harus terkonsentrasi mengamankan pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres 17 April. “Jangan sampai energi kita habis untuk konflik sosial,” warningnya. 

Itu soal peningkatan kinerja. Lain lagi tentang budaya korupsi. Irjen Sigid mewanti-wanti anggota untuk hilangkan budaya korupsi. “Reserse jangan lagi memeras tersangka. Lantas jangan lagi melakukan 86. Pun kapolres jangan memotong anggaran atau jatah anggota. Ini bukan zamannya lagi,” tandas Irjen Sigid. 

Menariknya, Irjen Sigid meminta anggota agar melaporkan jika ada pemotongan anggaran. Pimpinan dan anggota harus saling mengawasi. “Laporkan ke saya. Akan saya tindak jika ada polisi yang melakukan korupsi,” tegasnya. 

Tidak hanya itu. Irjen Sigid meminta seluruh polisi untuk hilangkan arogansi kekuasaan. Sebab definisi pegang senjata bukan untuk pamer atau melindungi diri sendiri. Senjata yang diberikan negara, kata Irjen Sigid, dimaksudkan untuk melindungi masyarakat. “Jangan lagi asal nembak. Anggota yang sembarang nembak, lebih baik dipecat saja,” ujarnya. 

Pun soal managemen media. Menurut Irjen Sigid, saat ini terjadi perang propaganda. Semburan hoax telah membuat masyarakat bingung. “Nah anggota polisi jangan ikut-ikutan menyebar berita bohong. Lawan dengan berita-berita tentang keberhasilan polisi,” pungkasnya. 

Pantauan koran ini, aktivitas Irjen Sigid sungguh padat. Jangankan Senin sampai Jumat. Di hari libur Sabtu dan Minggu, dia terus bekerja. Konsentrasinya mengamankan Pemilu dan Pilpres. Belum sebulan, Irjen Sigid sudah mengecek kesiapan anggota hingga perbatasan. “Sungguh padat jadwal Pak Jenderal. Libur pun bekerja,” kata Hengky Mogi dan Ridwan S. (mpo)

Kirim Komentar