15 Feb 2019 13:13

Penjabat Kapitalaung di Sangihe Diduga Provokasi Warga, Bupati Instruksikan Sekkab Tindak Tegas

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pelantikan penjabat kapitalaung (kepala desa, red) Kalinda I, Kecamatan Tamako, Sangihe tertunda. Padahal pelantikan seharusnya bersamaan dengan Kapitalaung Malisade, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.

Dari informasi yang dirangkum, penolakan atas pelantikan penjabat kapitalaung yang baru, diduga didalangi penjabat kapitalaung yang hendak diganti, oknum pegawai negeri sipil (PNS). Hal ini ditanggapi Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana ME.

“Saya harus katakan dirinya gagal dalam menjalankan pemerintahan di kampung, ini kan sudah terbukti, dalam penyelenggaraan pemilihan kapitalaung dirinya sudah gagal,” kata Gaghana.

Bahkan menurut bupati, penjabat kapitalaung nekat memprovokasi masyarakat dengan menolak pergantian kapitalaung. Padahal, penjabat kapitalaung merupakan seorang guru. Dan atas permintaan kepala sekolah, dirinya diminta untuk kembali berkonsentrasi sebagai tenaga pendidik. Mengingat dirinya juga membawahi siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan.

“Ketika diberikan SK pergantian, ternyata dirinya tidak menerima, bahkan memprovokasi dan mengadu domba masyarakat. Nah, dirinya sebagai PNS dinilai sudah melanggar aturan dengan mengabaikan perintah pimpinan. Saya sudah meminta sekkab untuk memprosesnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 53,” tegas Gaghana, sambil menambahkan, karena adanya penundaan pelantikan kapitalaung yang baru, untuk sementara pemerintahan diambil alih oleh Camat.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Edwin Roring ME, memastikan akan segera memanggil PNS yang menjabat sebagai penjabat kapitalaung tersebut, guna diproses sesuai dengan aturan ASN yang berlaku.

“ASN harusnya menjadi teladan yang baik di masyarakat. Saya pastikan dalam waktu dekat ini akan memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa, apa terjadi pelanggaran atau tidak. Jika terbukti melanggar harus diproses, itu merupakan konsekuensi sebagai ASN. Nanti kita lihat, ini mungkin akan dikenai sanksi sedang berat, minimal pembinaan kepada yang bersangkutan,” tutup Roring.(wan/gnr)

Kirim Komentar