15 Feb 2019 14:06

Isu Pangan Diprediksi Akan Jadi Primadona dalam Debat Capres Kedua

MyPassion
Jokowi dan Prabowo berpelukan usai acara debat capres perdana di Jakarta, Kamis (17/1) malam.(Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM---Debat kedua bakal digelar KPU, pada 17 Februari 2019 ini. ‎Menjadi menarik karena tema yang dipakai adalah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Saat dikonfirmasi pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan ‎isu pangan dapat menjadi primadona dalam debat kedua capres. Sebab, ia menyebut isu pangan menjadi salah satu bahan menyerang kubu oposisi terhadap petahana.

“Isu pangan menjadi eksentrik dan menarik karena selama ini kubu oposisi selalu menyerang petahana dengan isu pangan. Misalnya terkait dengan impor,” ujar Ujang dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (15/2).

Ujang menuturkan setiap negara pasti melakukan impor. Dalam konteks pangan, impor dibolehkan demi menjaga stabilitas harga. Sebab, stabilitas harga pangan merupakan gambaran untuk menilai stabilitas sebuah negara.

“Harga pangan harus diatur negara. Negara harus hadir. Pemerintah ikut mengatur agar harga pangan stabil dan agar harga tidak dimainkan oleh mafia pangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ujang menyampaikan isu ketahanan pangan juga bakal menjadi primadona dalam debat. Sebab, ketahanan pangan merupakan indikator utama kejayaan negara atas negara lain.

Meski menarik perhatian, ia berharap isu tersebut tidak dipolitisasi atau dijadikan alat serang dalam debat. Sementara itu, ia memprediksi Jokowi-Ma’ruf bisa unggul dalam debat kedua. Sebab, selaku petahana Jokowi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kebijakan yang menyangkut tema tersebut.

“Bisa saja kubu 01 yang akan unggul. Karena sudah menjalankan kebijakan-kebijakan terkait isu-isu yang diperdebatkan,” ujar Ujang.

Menurutnya, tidak sulit untuk memprediksi keunggulan pasangan 01 jika menggunakan data penilaian kerja Jokowi selama ini di sektor yang menjadi materi debat, terutama infrastruktur, energi, dan pangan.

Di infrastruktur, Jokowi bisa mengandalkan keberhasilannya membangun tol, pelabuhan, MRT, LRT, hingga bandara. Sektor energi bisa mengandalkan keberhasilan nasionalisasi Freeport.

Sementara, di sektor pangan Jokowi dapat mengandalkan stabilitas harga pangan selama ini. “Jika survey kinerja petahana baik. Maka di debat hanya tinggal menyampaikan kesuksesan-kesuksesan tersebut sambil membicarakan langkah visioner dalam lima tahun kedepan,” pungkasnya.

‎Adapun debat kedua Pilpres digelar Minggu (17/2). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.(jpc)

Kirim Komentar