15 Feb 2019 13:47

Ganasnya Buaya Sarawak, Kepala Tahir Tiba-Tiba Muncul dari Dalam Air

MyPassion
Buaya Air Asin yang banyak ditemui di Sarawan dan Borneo panjangnya bisa mencapai 7 meter dan sudah banyak menelan korban.(Prokal/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM---Keganasan buaya air asin Sarawak kembali menelan korban jiwa. Nyawa Tahir Majid Syam tak tertolong lagi ketika rahang sang predator sungai itu mengoyak dan menyeret badanya ke dalam air hingga tak berdaya.

Keponakannya yang saat itu bersama korban, hanya bisa melihat dan lari karena ketakutan saat sang buaya menerkam pamannya yang berkewarganegaran Indonesia itu pada Kamis (14/2) kemarin.

Pencarian korban pun dilakukan, sang keponakan kaget saat melihat kepala pamannya muncul di atas permukaan air sebelum tenggelam lagi.

"Saat keponakannya melihat sekeliling, kemudian dia melihat kepala pamannya di dalam air sebelum ditarik kembali ke sungai," kata wakil kepala polisi setempat Mohamad Sabri Zainol kepada AFP.

Jenazah pria berusia 40 tahun itu ditemukan dengan  bekas gigitan buaya dihampir seluruh bagian badannya. Korban adalah seorang pekerja migran di perkebunan kelapa sawit. Karena banyak orang Indonesia bekerja di sektor itu.

Diketahui, buaya air asin sering terlihat di sepanjang sungai dan di pantai di dua negara bagian Malaysia di Kalimantan, Sabah dan Sarawak.

Borneo dibagi antara Malaysia, Indonesia dan Brunei. Buaya, di sana dapat tumbuh hingga panjanganya mencapai tujuh meter. Beberapa tahun terkahir sudah banyak makan korban.

Pihak berwenang di Sarawak mulai memberikan izin untuk berburu buaya pada 2017 dalam upaya mengurangi jumlah serangan, menurut media setempat.(jpc)

Kirim Komentar