12 Feb 2019 08:19

Teroris Dua Zaman Tertangkap Berencana ke Suriah

MyPassion

JAKARTA—Upaya untuk melenggang ke Suriah bergabung dengan ISIS kendati mereda ternyata masih senyap-senyap terjadi. Kemarin (11/2) Polri mengungkap penangkapan seorang terduga teroris dua zaman Jamaah Islamiyah (JI) dan ISIS, yakni Herry Kuncoro alias Wahyu Nugroho. Dia diduga akan pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

 

Herry bukan anggota sembarangan dia kelompok teroris. Dia sudah malang melintang sejak eran Nurdin M. Top dan Dr Azhari. Bahkan, dia sudah tiga kali merasakan dinginnya sel penjara karena ikut jaringan JI tersebut. Namun, ternyata kini dia berencana bergabung dengan ISIS.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa daftar aksi teror yang pernah ditukanginya cukup panjang. Tercatat setidaknya ada tiga daerah yang pernah menjadi sasaran aksinya, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat dan Jogjakarta. ”Bom bali dia ikut dan terorisme di Jogja pada 2018 juga ikut,” tuturnya dilansir dari Jawa Pos (grup Manado Post).

Perannya cukup besar di kelompok teror, Herry dikenal memiliki jaringan internasional. Salah satunya, Abu Walid, pentolan ISIS yang biasa menjadi algojo. Bahkan, pasca ISIS digempur habis-habisan, Abu Walid membentuk kelompoknya sendiri di Iran dan masih terafiliasi dengan ISIS. ”Abu Walid inilah yang memfasilitas Herry untuk pergi ke Suriah,” urainya.

Dedi menjelaskan, dari Abu Walid ini Hery mendapatkan uang Rp 30 juta untuk keberangkatannya ke Suriah. Uang tersebut digunakan untuk membuat sejumlah identitas palsu, seperti KTP dan KK atas nama Herry Nugroho. ”Lalu digunakan untuk membuat paspor dan tiket ke Jakarta ke Teheran. Untuk menuju Suriah,” jelasnya. 

Bahkan diketahui bahwa Herry ini mendapatkan handphone dari Bahrun Naim. Alat komunikasi itu digunakan berhubungan dengan kelompok teroris ISIS. ”Handphonenya dengan frekuensi 450 Mhz agar bisa digunakan di penjara,” ungkapnya.

Menurutnya, Herry melanggar pasal 12 A ayat 1 UU anti terorisme yang ingin merencanakan bergabung dengan kelompok teror. Serta pasal 13 huruf C UU anti terorisme karena telah menyembunyikan informasi amaliyah dan persiapan hijrah ke Suriah. ”Perlu diketahui juga Herry ini merupakan Mertua dari Umar, anak dari Imam Samudera,” ujarnya.

12
Kirim Komentar