12 Feb 2019 09:35

Megawati: Keluarkan Kader Penyebar Hoaks

MyPassion
TEGAS: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat berpidato di Jambore Kader Komunitas Juang, Minggu (10/2). (Jpnn/JawaPos.com)

JAKARTA—Sikap tegas ditunjukkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri pada penyebar hoaks.

Saat memberikan amanat pada sekitar 5.000 kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam acara 'Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah' di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2), Megawati memperingatkan para penyebar hoaks dan kebencian.

"Hai anak muda yang menyebar kebencian, kalau benar kamu bertanggung jawab dan kesatria datang ke sini, ngomong nanti ibu jawab. Jangan main medsos menyembunyikan diri kamu,” tukasnya.

Megawati mengancam kader yang jadi penyebar hoaks keluar dari PDI Perjuangan. Dia menegaskan PDI Perjuangan tidak membutuhkan kader penyebar kebencian yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

"Sekarang (banyak) anak muda pintar bermain cyber, banyak yang pintar tapi tidak punya sopan santun dan etika. Di sini jangan ada yang seperti itu. Kalau di sini ada, segera keluar, tidak ada (penyebar hoaks) di PDI Perjuangan. Harus bertanggung jawab, berani kamu menyebarkan kebencian, sini!" tegasnya.

Menurut Megawati, sejak pemilu pertama tahun 1955 keadaan Indonesia aman dan damai. Bahkan rakyatnya senang saat datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS).

“Kenapa sekarang orang ditakut-takuti jangan pilih Jokowi. Memangnya kenapa ya Pak Jokowi, katanya demokrasi, demokrasi apa?” kata Megawati. Menurut dia, penyebaran hoaks menjadi penyebab keadaan bangsa Indonesia menjadi seperti saat ini. Ujaran kebencian terus disebar untuk menjatuhkan Jokowi yang telah bekerja dan berupaya membangun Indonesia.

“Aneh sekali sekarang ini. Kenapa hanya mencari seorang Presiden rakyat ini ditebarkan kebencian hoaks segala, hanya untuk memenangkan yang menyebarkan hoaks,” ujarnya.

“Pertanyaan sebaliknya saya, kalau kalian dibegitukan kayak apa ya rasanya, tidak ada sopan santun lagi, tidak ada saling bergotong royong. Padahal Pancasila sama dengan gotong royong, dan Pancasila bukan dibuat oleh Bung Karno, tapi digali dari kultur Indonesia.  Wez kalah ya kalah wae tho yo," sambung Megawati.(gel)

Kirim Komentar