11 Feb 2019 12:18

Rendam Puluhan Ribu Rumah dan Rusak Fasilitas Publik, Banjir-Longsor di Manado `Telan` 800 Miliar

MyPassion
Grafis.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Total kerugian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Manado belum lama ini mencapai  sekitar Rp 800 miliar. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maximilian Tatahede.

Lanjutnya, itu hitungan sementara. Karena banjir dan tanah longsor merusak fasilitas publik, merendam puluhan ribu rumah warga bersama isinya dan korban jiwa.  Menurut dia, pihaknya sementara menghimpun data keluarga dan rumah yang terdampak dari kelurahan. Karena sesuai instruksi Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut semua warga yang terdampak bencana harus terdata. “Jangan ada yang terlewatkan dan tidak terdata,” ujarnya.

Dia menjelaskan, data tersebut kemudian akan diverifikasi dan dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk mendapatkan bantuan. “Kami akan usulkan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat ke BNPB. Agar mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Dia berharap, permintaan bantuan yang nantinya diusulkan pemerintah Kota Manado bisa diterima BNPB. Agar membantu korban bencana. “Sampai saat ini pemerintah belum mencabut status tanggap darurat bencana banjir di Kelurahan Bailang dan Mahawu. Sekarang dalam proses pembersihan sampah dan lumpur,” ungkapnya.    

Sebelumnya, Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut mengimbau masyarakat tetap waspada dari ancaman banjir dan longsor. Karena bulan Februari masih akan turun hujan. “Kami meminta masyarakat yang tinggal di perbukitan agar waspada ancaman tanah longsor. Begitu juga warga yang tinggal di pinggiran sungai waspada ancaman banjir,” imbaunya. “Mari kita jaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat drainase hingga menimbulkan banjir genangan,” harapnya.(ite/gel)

Kirim Komentar