11 Feb 2019 09:14

OMG!! Dua Hari Hilang, Kakek 83 Tahun Ditemukan Mengapung di DAS Tondano

MyPassion
Petugas mengevakuasi korban ke dalam kantong jenazah, Minggu sore kemarin. (Lerby Tamuntuan/MP)

MINAHASA—Warga yang tinggal di seputaran KFC Tondano pukul 16.10 WITA Minggu (10/2) kemarin, mendadak dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin pria, yang mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS).

 

Korban setelah diidentifikasi bernama Yules Lewu (83), warga Kelurahan Wawalintoan, Kecamatan Tondano Barat. Korban pertama kali terlihat hanyut mengapung di DAS Tondano tepatnya di belakang lapangan Sam Ratulangi atau samping KFC oleh sejumlah anak muda usai main sepak bola.

Korban terlihat menggunakan kemeja hitam lengan pendek, celana kain hitam panjang, kaus kaki warna hitam serta sepatu bots berwarna coklat. Melihat hal itu, warga langsung mencoba mengangkat korban yang mulai hanyut. Kebetulan di sekitaran lokasi ada Jeffry Mambu koordinator Basarnas Minahasa.

Seketika itu juga Mambu dibantu petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap korban. "Dugaan sementara korban pingsan lalu terjatuh ke sungai," sebut Mambu.

Sementara itu Serly Lewu yang merupakan anak korban mengaku bahwa bapaknya tidak pulang ke rumah sejak Jumat malam atau dua hari. Dimana sekira pukul 20.00 wita, korban terlihat sedang bermain kartu remi bersama tetangga di teras rumahnya.

Karena waktu makan malam telah tiba, anaknya memanggil korban untuk makan malam namun malah pergi ke rumah duka di kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat. Ketika disusul Serly dan ditanyai kepada kakaknya Syeni soal keberadaan korban, ternyata belum ada juga.

Malam itu juga keluarga mulai melakukan pencarian terhadap korban namun tak ditemukan. "Sejak malam kami sudah melakukan pencarian," ungkap anak korban.

Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi/hipertensi dan rematik. Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, melalui Kasubag Humas AKP Hilman Rohendi menyampaikan kejadian ini masih akan diselidiki. "Penyebab kematian masih dalam penyelidikan," singkatnya.(tr-04/gnr)

Kirim Komentar